Lombok Timur (Inside Lombok) – Dalam upaya mempercepat perbaikan jalan di tengah keterbatasan anggaran, Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin memilih pendekatan unik dengan menggandeng kontraktor lokal tanpa harus meminjam dana dari lembaga keuangan manapun. Skema ini mengandalkan kerja sama langsung antara pemerintah daerah dan kontraktor, di mana para pelaksana proyek diminta menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu, sementara pembayaran dilakukan secara bertahap setiap tahun.
Langkah ini dinilai lebih aman bagi keuangan daerah karena tidak melibatkan bunga pinjaman. “Pemerintah tidak mengajukan pinjaman ke bank. Kami bekerja sama dengan kontraktor lokal yang siap bermitra dengan pemerintah. Soal permodalan, kami serahkan kepada mereka. Yang jelas, pemerintah berutang ke kontraktor, bukan ke bank, dan itu tanpa bunga,” ungkap Haerul kepada media, Selasa (16/ 6/2025).
Menurutnya, skema ini memberi dua keuntungan besar dengan pembangunan jalan tetap berjalan, dan pengusaha lokal turut berkontribusi dalam membangun daerah. Dalam prosesnya, pemerintah daerah akan memberikan uang muka kepada kontraktor, dengan sisa pembayaran dilakukan secara bertahap dari total dana yang mencapai sekitar Rp200 miliar. “Nantinya kontraktor yang menang tender bisa 7 hingga 8 pihak. Ini bukan proyek satu orang. Semua dilakukan transparan melalui proses lelang,” jelasnya.
Skema tanpa utang ini dinilai lebih ringan karena menghindari beban bunga pinjaman yang biasanya membebani APBD. Pemerintah memastikan seluruh kontraktor akan menerima pembayaran sesuai kesepakatan.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, pendekatan ini juga ditujukan untuk memberdayakan pelaku usaha lokal agar ekonomi daerah dapat bergerak lebih cepat dan merata. “Ini bentuk komitmen kita membangun Lotim dengan cara yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” tegas Haerul.
Di saat banyak kepala daerah memilih pinjaman sebagai solusi cepat untuk pembangunan, Haerul Warisin menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi bisa menjadi jalan keluar yang efektif tanpa harus menambah beban utang. (den)

