32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraDesa di KLU Didorong Jadi Desa Tanggap Bencana

Desa di KLU Didorong Jadi Desa Tanggap Bencana

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB jalin kerja sama untuk mendorong desa-desa yang ada sebagai desa tanggap bencana. Mengingat KLU, salah satu daerah di NTB yang rawan bencana. Sehingga melalui program siaga penguatan tata Kelola kemitraan inklusif untuk desa tangguh bencana berketahanan iklim (Destana Beriklim) dilaksanakan.

Asisten 1 Setda KLU, Atmaja Gumbara menjelaskan bahwa ini merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah dilakukan KONSEPSI NTB sejak tahun 2022. Program ini memasuki fase ketiga dengan fokus pada penguatan kapasitas desa dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam. Nantinya akan berlangsung selama 1,5 tahun ke depan atau 18 bulan program tersebut, dengan sasaran utama pemerintah desa untuk mendorong terwujudnya desa tanggap bencana.

“Bagaimana Lombok Utara ini menjadi salah satu desa yang tanggap bencana. Di tingkat desa, masyarakat juga diberikan advokasi, penyadaran kepada lembaga-lembaga desa dan masyarakat dalam rangka mendorong terwujudnya desa tanggap bencana,” ujarnya, Rabu (18/6).

Di fase ketiga ini program tersebut akan memusatkan perhatian di Kecamatan Bayan, dengan tiga desa percontohan. Diantaranya, Desa Andalan, Desa Asri, dan Desa Akar-Akar. “Harapannya semua desa dapat mengikutinya. Kalau implementasi di desa percontohan berhasil, desa-desa lain akan kami dorong untuk mengadopsi model Destana Beriklim ini,” imbuhnya.

Sementara itu,Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD) KLU, Mala Siswadi, berharap program ini dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak nyata secepatnya. Mengenai Standard Operating Procedure (SOP) mekanisme akan disesuaikan dengan komunikasi antara Konsepsi dan pihak desa.

“SOP itu ada nanti pada akhirnya menjadi panduan suatu desa menghadapi risiko bencana, sehingga tidak ada penafsiran yang berbeda-beda terhadap kebijakan terkait dengan penanganan bencana,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini bencana tidak hanya terbatas pada gempa bumi di KLU. Tetapi sekarang yang kerap kali terjadi setiap tahunnya, yaitu bencana kekeringan, banjir, dan banyak bencana lainnya. Tentunya melihat kondisi ini harus dipersiapkan kesiapan menghadapi bencana tersebut. Contohnya, kesiapan desa dalam menghadapi kekurangan air dan bahan makanan menjadi perhatian utama.

“Tentu itu menjadi perhatian dan itu nanti secara teknis kita banyak mendengar seperti apa pengalaman teman-teman Konsepsi, desa-desa. Harapan kita tentu edukasi-edukasi kepada seluruh masyarakat, agar bisa cepat dan masif untuk bisa disampaikan,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer