31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraSeleksi Ketat Paskibraka, KLU Tunggu Pengumuman Anggota yang Terpilih

Seleksi Ketat Paskibraka, KLU Tunggu Pengumuman Anggota yang Terpilih

Lombok Utara (Inside Lombok) – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) masih berlangsung. Nantinya mereka yang telah terpilih untuk mengemban tugas mulia mengibarkan Bendera Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam hal ini kandidat dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) ada beberapa orang dikirim ke provinsi untuk ikut mewakili NTB di Jakarta, selanjutnya akan kembali diseleksi lagi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lombok Utara, Mohamad Muldani, menjelaskan bahwa proses seleksi berlangsung ketat dan transparan. Begitu ada pengumuman dari provinsi mengenai rekrutmen kabupaten/kota, barulah pemkab Lombok Utara akan mengumumkan daftar akhir. Jika ada yang tidak lolos di tingkat provinsi, mereka akan kembali menjadi pengibar di kabupaten.

“Baru kemudian kita umumkan (siapa saja yang di kabupaten, red). Ada yang kita kirim ke Provinsi, yang kita harapkan bisa berbicara (mewakilkan) di provinsi maupun nasional,” ujarnya, Rabu (18/6).

Dari total 119 pendaftar, ada beberapa yang tidak lolos administrasi, sehingga hanya sekitar 90 sekian peserta yang mengikuti tes tulis. Hasil dari seleksi ketat di Jakarta menetapkan 26 orang terpilih untuk Kabupaten/Kota. Lombok Utara mengirimkan tiga pasang ke tingkat provinsi dengan harapan mereka dapat berbicara banyak di ajang provinsi maupun nasional. Namun ada kendala dihadapi.

“Ternyata dari tim seleksi nasional, putra-putri Lombok Utara dengan kategori tinggi dan mentalnya tidak memenuhi persyaratan. Namun, kami belum menerima pengumuman secara tertulis, ini masih isu saja. Jadi kami juga tidak berani mengatakan dia lulus, karena belum ada hitam di atas putihnya,” jelasnya.

Untuk proses seleksinya sudah dimulai sejak bulan Maret atau April dengan parade awal untuk pengukuran tinggi badan dan berat badan yang harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini peserta tidak menjalani pemeriksaan fisik langsung.

“Mereka mengisi data, kemudian diunggah ke situs pendaftaran CAT (Computer Assisted Test). Yang menentukan lulus atau tidaknya itu langsung dari Jakarta,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dimana seluruh proses pendaftaran Paskibraka telah sesuai dengan aturan yang berlaku, memastikan tidak ada praktik “titip menitip” demi kelulusan. “Semua pendaftaran sesuai dengan aturan yang ada, sehingga tidak ada bahasa titip menitip agar bisa lolos Paskibra,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah KLU memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan program Paskibraka, mulai dari tahapan seleksi hingga pelaksanaan tugas pengibaran bendera. Bahkan sebelumnya, juga dilakukan seleksi didaerah bagi para putra puri yang ikut mendaftar. “Yang dicek di sini itu kesehatannya, setiap gerakan, dan kondisi lainnya. Dari hasil penilaian yang kita lakukan di sini, semua dikirim ke Jakarta,” tuturnya.

Kemudian, pemerintah Lombok Utara juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 450 juta telah disiapkan untuk kebutuhan Paskibraka, meliputi kostum, sepatu, hingga konsumsi selama masa pelatihan dan tugas. “Baju latihannya harus tersedia dua pasang, kemudian sepatunya juga harus yang kuat. Jangan begitu dia latihan juga rusak. Sekarang kita tinggal menunggu pengumumannya saja, biasanya akhir Juni sudah keluar,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer