Mataram (Inside Lombok) – Pelayanan dan koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini dinilai tidak maksimal. Hal ini menjadi salah satu alasan pemerintah Arab Saudi mewacanakan mengurangi kuota haji sebesar 50 persen.
Menanggapi wacana itu, Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri mengatakan kurang setuju kebijakan tersebut. Pasalnya, dengan kuota yang diberikan saat ini juga masa antrean atau tunggu ibadah haji di Indonesia sangat lama.
“Justru kita berharap ditambah. Karena kalau daftar hari ini dapat kuotanya lama sekali. Kan Ka’bah itu milik seluruh umat muslim seluruh dunia,” katanya ketika sampai di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Rabu (18/6) malam.
Ia mengatakan, pengurangan ini sebelumnya sudah pernah diwacanakan. Namun kuota yang diberikan ke Indonesia tetap sama dan tidak ada pengurangan sama sekali. “Ini kan sudah pernah. Tapi kuota sama saja,” katanya.
Meski bukan ranah pemerintah daerah, namun wacana pengurangan kuota ini diharapkan tidak dilakukan. Karena kasihan jamaah yang baru daftar harus menunggu lebih lama lagi. “Itu ranahnya pemerintah pusat ya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, melihat animo masyarakat yang daftar pelaksanaan ibadah haji cukup tinggi. Masa antrean di Kabupaten Lombok Tengah mencapai 34 – 35 tahun. “Kalau daftar hari ini harus nunggu sampai 35 tahun,” katanya.
Masa antrean yang cukup lama ini mempengaruhi kondisi fisik jamaah yang sudah daftar. Artinya, ketika mendapatkan kuota usianya sudah termasuk lanjut sehingga masuk ke jamaah dengan kategori risiko tinggi. “Kalau laksanakan ini kan kerja fisik. Ini berat. Maka kami tidak setuju. Kita berharap untuk kebaikan umat muslim,” katanya.
Disamping itu, selama menjadi petugas haji daerah (PDH) Pathul Bahri tidak lupa mendoakan warga Lombok Tengah. Bupati dua periode ini mendoakan kemajuan Kabupaten Lombok Tengah khususnya dan Provinsi NTB secara umum. “Semoga menjadi lebih baik dan semuanya sehat wal afiat,” katanya.
Persoalan yang muncul selama pelaksanaan ibadah haji dinilai hal yang wajar. Namun sejauh ini pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan lancar. “Itu hal yang biasa. Kalau ada kerikil kecil itu harus diperbaiki,” katanya. (azm)

