31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaTerun ke Ekas, Pemprov NTB Hendak Jembatani Pelaku Wisata Lotim - Loteng

Terun ke Ekas, Pemprov NTB Hendak Jembatani Pelaku Wisata Lotim – Loteng

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata NTB memberi atensi khusus atas konflik yang terjadi antara pelaku wisata asal Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) di Pantai Ekas, Jerowaru. Terlebih, sempat viral video Bupati Lotim, Haerul Warisin melakukan pengusiran boatman asal Loteng yang membawa wisatawan surfing di pantai tersebut.

Dispar NTB pun telah membuka dialog dengan pelaku wisata di Desa Ekas. Kabid Kelembagaan Pariwisata Dipsar NTB, Mawardi pun mengaku kehadiran pihaknya tidak hanya untuk meredakan konflik, tetapi juga sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat citra pariwisata NTB di tingkat nasional maupun internasional.

“Setiap kesepakatan nantinya akan kami rangkum menjadi satu peta jalan pembangunan pariwisata yang bisa menguntungkan semua pihak,” tegasnya saat berdialog dengan pelaku wisata di Ekas, Kamis (19/06/2025). Melalui pendekatan kolaboratif ini, Pemprov NTB menargetkan tidak hanya penyelesaian konflik, tapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat dan optimalisasi potensi wisata daerah.

Sinergi antar wilayah pun disebut menjadi kunci untuk menjadikan Teluk Ekas sebagai destinasi unggulan yang membanggakan provinsi. Dalam dialog itu, disampaikan bahwa perseteruan antar pelaku wisata di Teluk Ekas setidaknya telah berlangsung 3 tahun lamanya, dipicu sengketa pengelolaan kawasan Teluk Ekas yang menjadi salah satu destinasi wisata potensial di NTB.

“Kami baru memahami secara utuh persoalan yang terjadi. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk menyusun strategi pariwisata yang lebih berkualitas dan inklusif,” ungkap Mawardi.

Setelah berdiskusi dengan pelaku wisata dari Lotim, tim selanjutnya dijadwalkan menemui perwakilan pelaku wisata dari Loteng. Langkah ini dilakukan guna menyamakan pandangan dan membangun kerja sama lintas kabupaten dalam mengelola kawasan Teluk Ekas secara berkelanjutan. “Kami ingin mendengarkan secara langsung dari semua pihak agar solusi yang dirumuskan benar-benar mewakili kebutuhan dan harapan pelaku wisata di lapangan,” tambah Mawardi.

Sementara itu, Kadispar Lotim, Widayat mengaku video Bupati Lotim yang viral merupakan bentuk spontanitas lantaran masalah yang ada di lapangan telah berlarut-larut. Di mana tamu yang menginap di Ekas jarang sekali mendapatkan lokasi surfing yang bagus lantaran dipenuhi oleh tamu yang dibawa dari Loteng.

“Tamu yang menghabiskan puluhan juta untuk menginap di Lotim untuk satu minggu, akhirnya terpaksa harus memangkas masa menginapnya karena tak mendapatkan lokasi yang bagus,” jelasnya.

Bahkan kekerasan terhadap para tamu juga sering kali terjadi di sana, namun tak pernah terpublikasikan dan menyelesaikannya secara kekeluargaan agar tetap menciptakan kondisi dan situasi kondusif. Beberapa kali pihak Dispar telah melakukan mediasi atas kekerasan yang diterima para tamu berkat laporan dari warga setempat.

“Bayangkan saja, lokasi surfing yang terbilang kecil itu penuh dengan tamu yang dibawa dari Loteng, sementara tamu yang dari Lotim tak dapat lokasi dan hal itu membuat mereka pindah tempat menginap. Bahkan saking padatnya lokasi surfing, beberapa tamu mengalami luka di kepala akibat tertabrak papan dari peselancar lainnya,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer