26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramBea Cukai Paparkan Ciri-ciri Rokok Ilegal hingga Dampak Negatifnya

Bea Cukai Paparkan Ciri-ciri Rokok Ilegal hingga Dampak Negatifnya

Mataram (Inside Lombok) – Penjualan rokok masih massif di tengah masyarakat. Dari razia yang dilakukan, rokok ilegal yang berhasil disita petugas hingga ribuan batang di beberapa pedagang.

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Kantor Bea Cukai Mataram, Guntur Setiono dalam pemaparan sosialisasi ketentuan di bidang cukai hasil tembakau meyebutkan ciri-ciri rokok ilegal. Antara lain rokok polos tanpa pita cukai, rokok pita cukai palsu, rokok pita cukai bekas dan rokok pita cukai berbeda. “Apabila pita cukai asli, maka jika diberi lampu UV akan terlihat hologramnya,” terangnya kepada peserta sosialisasi, Kamis (19/6).

Sementara ciri-ciri rokok pita cukai bekas ini yaitu pada gambar sebelah kiri. Dimana, pita cukai bekas akan digunakan kembali ke BKC. Dalam sosialisasi, peserta diberikan tipss identifikasi secara sederhana untuk bisa membedakan mana rokok ilegal dan tidak. “Perhatikan kesamaan informasi pada kemasan dan pita cukai misalnya jumlah isi, jenis BKC, design sesuai tahun cetakan,” ujarnya

Selain itu, Bea Cukai juga menerangkan terkait pemusnahan BKC hasil tembakau oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Mataram meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2023. Pada tahun 2023, rokok ilegal yang dimusnahkan sebanyak 4.788.877 batang. “Perkiraan nilai tahun 2023 yaitu Rp6 miliar lebih. Potensi kerugian negara Rp3,2 miliar lebih,” katanya.

Pada tahun 2024 jumlah rokok ilegal dimusnahkan sebanyak 6.177.730 batang. Perkiraan nilai barang yaitu sebesar Rp8,2 miliar lebih dan potensi kerugian negara yaitu Rp4,4 miliar lebih.

Dampak negatif dari beredarnya rokok ilegal ini beberapa diantaranya yaitu merugikan penerimaan negara. Selain itu, persaingan usaha di bidang hasil tembakau menjadi tidak sehat dan meningkatkan jumlah perokok pemula dan di bawah umur karena harganya murah. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer