Mataram (Inside Lombok) – Pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini, Lembaga Pendidikan Kompetensi Nasional (LPKN) training center Mataram sudah menerima mahasiswa sebanyak 458 orang. Jurusan perhotelan dan kapal pesiar masih paling banyak peminat di LKPN Mataram. Saat ini ratusan mahasiswa tersebut masih dalam tahap masa orientasi pengenalan kampus.
Direktur LPKN Mataram training center, Naktika Sari Dewi mengatakan masa orientsi digelar dari tanggal 9 – 19 Juni. Selama masa orientasi ini, mahasiswa diberikan materi tentang kampus, latihan fisik dan beberapa materi lainnya.
“Membangun keakraban karena dia memasuki lingkungan baru dan teman-teman baru dari berbagai daerah dan karakter,” katanya Sabtu (14/6) pagi.
Diterangkannya, latihan yang dilakukan untuk mempersiapkan fisik para mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Selain itu kegiatan di lapangan, LPKN Mataram menggelar kuliah umum kepada para mahasiswa. Kuliah umum tersebut untuk memperkenalkan dunia kerja yang akan dihadapi nanti setelah lulus dari LPKN.
“Sehingga mereka bisa nanti saat kuliah paham betul arah mereka yang ingin capai,” katanya.
Dari ratusan mahasiswa yang masuk di tahun ajaran baru ini paling banyak memilih jurusan perhotelan dan kapal pesiar. Selama ini, jurusan itu sangat diminati oleh para mahasiswa baru di LPKN Mataram training center. “Hotel dan kapal pesiar yang banyak. Rata-rata 70 sampai 80 persen mereka berorientasi bekerja keluar negeri,” ungkapnya.
Tingginya minat mahasiswa baru di jurusan perhotelan dan pesiar ini sambungnya, sejalan dengan kebutuhan dunia kerja di sektor tersebut. Tidak hanya itu, berbagai jurusan lain yang sudah diapkan juga masih diminati dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja salah satunya administrasi perkantoran.
“Hotel luar negeri memang kebutuhannya lagi banyak. Sehingga ketersediaan kita merekrut mahasiswa yang bekerja di luar negeri juga lebih banyak lagi,” katanya.
Para mahasiswa akan mengikuti pelatihan selama setahun. Dalam jangka waktu tersebut terbagi selama enam bulan mendapatkan teori dan sisanya akan magang di industri.
“Magang ini berharap mereka betul-betul siap kerja nantinya. Bekerja di luar negeri mereka sudah lulus uji kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan profesi mereka masing-masing,” ungkapnya.
Untuk informasi peluang kerja, para mahasiswa akan diinformasikan oleh LPKN. Bahkan banyak mahasiswa yang belum lulus sudah mendapatkan pekerjaan. “Kita fasilitasi dan kita memiliki Kerjasama lebih dari 20 P3MI. Kita juga bekerjasama lebih dari 200 industri yang ada di NTB untuk penempatan magang dan kerja,” katanya.

