Mataram (Inside Lombok) – KONI Provinsi NTB menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah pada Pekan olahraga nasional (PON) 2028 mendatang. Kesiapan ini ditandai salah satunya dengan penandatangan master plan PON 2028 oleh Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal.
“Kumpulkan semua cabor ini sehubungan dengan sudah siapnya NTB menjadi tuan rumah PON 2028. Pak Gubernur sudah menyatakan kesiapan pada rapat dengan Gubernur NTT dan KONI Pusat,” katanya Rabu (24/6) siang.
Ketua Umum KONI Provinsi NTB, H. Mori Hanafi mengatakan dengan kesiapan ini masing-masing cabang olahraga (cabor) juga diminta untuk mempersiapkan diri. Karena sebelumnya, masih ada cabor yang ragu NTB menjadi tuan rumah PON 2028.
“Kita sampaikan kepada cabor-cabor. Kita ini sesuai dengan pernyataan pak gubernur,” ujarnya.
Kesiapan ini dari semua lini mulai dari pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, KONI di kabupaten kota hingga bupati wali kota. Dengan kesiapan tersebut, cabor-cabor yang akan dipertandingkan di NTB untuk segera mempersiapkan venue.
“Mengundang PB nya supaya secara dini mengecek venue yang kita sudah petakan,” katanya.
Disebutkan Mori, ada beberapa cabor yang sudah mempersiapkan venue seperti aero sport, Muaythai, dan Golf. “Ada juga yang belum. Ini kita minta melakukan pengecekan. Golf ini di Pantai Sire,” tegasnya.
Ia mengharapkan, kesiapan venue ini bisa segera terselesaikan. Karena nantinya venue yang akan disiapkan juga di ballroom beberapa hotel dan perguruan tinggi. “Kalau itu bisa kita selesaikan dalam waktu cepat, maka sebagian tuga yang sulit bisa kita lalui. Karena tugas terberat PON ini ada di venuenya,” ungkap Mori.
Sementara terkait dengan SK sebagai tuan rumah PON, Mori tidak menjadi permasalahan meski belum diberikan hingga saat ini. Karena penyerahan SK ini biasanya menjelang pelaksanaan PON seperti daerah-daerah lainnya.
“Kayak waktu di Aceh dan Sumut itu, 1,5 tahun jelang pelaksanaan PON baru diberikan,” katanya.
Ia menegaskan, KONI NTB tidak mau persiapan PON dilakukan setelah mendapatkan SK. Karena persiapan PON membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga dimulai dari sekarang meksi SK belum diberikan.
“Kita tidak mau terlena nunggu SK tiba-tiba dan menyiapkan PON ini tidak sebentar. Tiga tahun itu sebentar. Kita ini sudah ditetapkan sebagai tuan rumah sejak tahun 2022,” kata Mori.

