31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaSatu-satunya Dokter Forensik NTB Berada di Luar Daerah, Jenazah Juliana Marins akan...

Satu-satunya Dokter Forensik NTB Berada di Luar Daerah, Jenazah Juliana Marins akan Diotopsi di Bali

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang ditemukan tewas setelah dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Rinjani. Proses otopsi direncanakan akan dilakukan di Bali, dengan pertimbangan keterbatasan tenaga medis forensik di NTB.

“Dokter forensik kami satu-satunya sedang berada di luar daerah, sehingga opsi terdekat adalah Bali. Kapolda NTB juga telah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Bali,” ujar Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri alias Dinda saat konfrensi pers di RS Bhayangkara Mataram, Kamis (26/6).

Terkait pembiayaan otopsi dan pemulangan jenazah, Pemprov NTB disebut telah menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Brasil. “Ini bukan hanya duka bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat NTB. Karena korban datang sebagai wisatawan, maka tanggung jawab moral juga ada pada kita semua,” lanjut Dinda.

Proses evakuasi Juliana Marins disebut menghadapi banyak kendala, terutama karena faktor cuaca ekstrem dan medan Gunung Rinjani yang berat dan mudah berubah. Meski demikian, Dinda menegaskan bahwa semua pihak telah bergerak cepat sejak awal laporan diterima.

“Gubernur bahkan langsung menginstruksikan penggunaan helikopter dari Bali Air dan dukungan dari Amman Mineral. Proses evakuasi dipimpin Komandan Brimob bersama tim dari Basarnas. Keluarga korban pun memahami situasi sulit ini setelah melihat langsung kondisi cuaca di Sembalun,” jelas Dinda.

Pemprov NTB juga berjanji akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap regulasi pendakian. Khususnya untuk wisatawan asing dan domestik, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang untuk membenahi sistem keselamatan pendakian. Harapannya, Rinjani tetap menjadi destinasi wisata kelas dunia yang aman bagi semua pendaki,” kata Dinda.

Otopsi dilakukan atas permintaan pihak keluarga untuk mengetahui waktu dan penyebab pasti kematian Juliana Marins, yang diperlukan dalam pengurusan dokumen pemakaman di Brasil. Saat ini, jenazah masih dalam proses administrasi dan akan diberangkatkan ke Bali menggunakan ambulans dari RS Bhayangkara sebelum diterbangkan ke Brasil. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer