25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurPemuda Sambelia Gelar Mimbar Bebas di Jalan Rusak, Sebut NTB Gagal Mendunia

Pemuda Sambelia Gelar Mimbar Bebas di Jalan Rusak, Sebut NTB Gagal Mendunia

Lombok Timur (Inside Lombo) – Koalisi Pemuda Kecamatan Sambelia menggelar aksi mimbar bebas dengan hashtag “NTB Gagal Mendunia” yang diikuti oleh seluruh pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa se-Kecamatan Sambelia serta beberapa simpatisan masyarakat. Aksi itu dilatari lantaran jalan provinsi di daerah Sambelia tidak pernah mendapat sorotan perbaikan hingga lima tahun lebih.

Koordinator Lapangan (Korlap), Jaya Ikhlas mengatakan bahwa jalan provinsi yang ada di Kecamatan Sambelia merupakan akses utama dan satu-satunya yang menghubungkan antara Kecamatan Sambelia – Sembalun – Pringgabaya – Kabupaten Lombok Utara (KLU). Selain itu, ia juga menegaskan bahwa jalan tersebut digunakan sebagai jalur distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, akses kesehatan, pendidikan dan akses vital lainya seperti akses pelayanan publik.

“Jalan raya bukan sekadar aspal dan batu, tapi merupakan urat nadi masyarakat. Tanpa akses jalan yang memadai, keselamatan masyarakat, pendidikan, bahkan pertumbuhan ekonomi lokal akan terhambat, harga barang menjadi mahal, dan masyarakat sulit keluar dari ketertinggalan,” tegasnya saat mimbar bebas, Kamis (03/07/2025).

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir kondisi jalan semakin memburuk dengan adanya lubang besar, permukaan yang bergelombang, dan drainase yang tidak berfungsi. Akibatnya, banyak laporan dari warga terkait rusaknya jalan tersebut dan tak hanya mengganggu aktivitas transportasi masyarakat, distribusi barang namun juga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Perlu adanya tindakan segera berupa perbaikan jalan agar dapat mengembalikan fungsi jalan secara optimal. Perbaikan itu diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” pintanya.

Kerusakan yang udah berlangsung lebih dari 5 tahun tersebut dikatakannya belum mendapatkan penanganan yang memadai dan seperti diabaikan. Akibatnya kelalaian dan luputnya perhatian pemerintah provinsi terhadap jalan raya yang ada di Kecamatan Sambelia ini, mengakibatkan banyaknya kecelakaan lalu lintas, terutama pengendara roda dua, aktivitas ekonomi warga terganggu, terutama petani dan pedagang, dan yang paling memprihatinkan adalah akses anak-anak ke sekolah menjadi berbahaya, terutama saat hujan.

Di samping itu, kerusakan jalan raya yang ada di Kecamatan Sambelia tersebut cenderung tidak mendapat perhatian khusus dari para wakil rakyatnya, mulai dari anggota DPRD Kabupaten hingga Provinsi. “Meski sejumlah warga sudah beberapa kali melaporkan kondisi ini melalui berbagai mekanisme dan surat ke pihak terkait, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut nyata dan pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur NTB,” ujarnya.

Massa mimbar bebas menuntut agar segera dilakukan perbaikan, dimasukkannya proyek perbaikan Jalan Raya Sambelia dalam anggaran tahun berjalan atau menjadi prioritas, menyampaikan rencana tindak lanjut secara tertulis kepada warga selambat-lambatnya 30 hari setelah aksi, dan mendesak DPRD Provinsi NTB untuk menyuarakan point-point sebelumnya dalam bentuk rekomendasi ke pemerintah provinsi NTB. (den)

- Advertisement -

Berita Populer