Lombok Utara (Inside Lombok) – Gili Festival siap kembali memeriahkan Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun ini. Tak tanggung-tanggung, acara tahunan ini telah resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebuah pengakuan prestisius yang menempatkannya sebagai salah satu event unggulan nasional.
Untuk memastikan kesuksesan maksimal, Dinas Pariwisata (Dispar) KLU menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) untuk menyatukan kekuatan demi menyajikan festival yang tak terlupakan. Festival yang rencananya akan dihelat bulan ini di Gili Air ini bakal dikemas apik dengan berbagai kegiatan budaya khas lokal. Salah satu yang paling ditunggu adalah tradisi Mandi Safar (Rebo Bontong) yang akan menjadi magnet utama, diiringi berbagai pertunjukan budaya lain.
“Semua dirancang untuk memperkuat identitas dan daya tarik destinasi wisata kelas dunia ini. Persiapan matang adalah kunci utama,” ujar Sekretaris Dispar KLU, Ali Zulkarnaen, Jumat (4/7).
Status Gili Festival sebagai bagian dari KEN berarti acara ini langsung berada di bawah perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata. Untuk itu harus dipersiapkan sebaik mungkin. Dalam hal ini BPPD memiliki peran strategis dalam hal promosi dan pengemasan acara agar lebih menarik bagi wisatawan. “BPPD akan menjadi garda terdepan dalam mendukung kesuksesan acara. Dan kami juga mendorong semua pihak yang terlibat untuk segera bergerak dan memulai persiapan dari sekarang,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua BPPD KLU, Harun Zaenudin mengatakan, pihaknya telah siap mendukung dan mendorong event Gili Festival. Nantinya BPPD berencana untuk merangkul berbagai elemen, termasuk pemerintah desa, pelaku usaha pariwisata di Gili, serta partisipasi aktif masyarakat lokal. “Kami akan meminta draf acara dari Dinas Pariwisata untuk kemudian dibahas di internal BPPD,” katanya.
Selanjutnya, melihat apakah perlu ada tambahan atau modifikasi kemasan acaranya. Dipastikan, pihaknya siap berkontribusi agar Gili Festival sukses dan berkesan. “Dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah, BPPD, dan masyarakat, Gili Festival 2025 ini diharapkan jadi tontonan menarik, tetapi juga pendorong utama pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok Utara,” demikian. (dpi)

