25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaGlobalisasi Rinjani, Penerapan Protokol Keselamatan Jadi Kunci

Globalisasi Rinjani, Penerapan Protokol Keselamatan Jadi Kunci

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya standar keselamatan dalam pengelolaan wisata petualangan seperti Gunung Rinjani. Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Penjaringan Masukan (FPM) bertema “Rinjani Destinasi Pendakian Berstandar Global” di Aula Geopark Rinjani, Bappeda NTB, Selasa (22/7).

Dalam pidatonya, Iqbal menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata alam terbuka. Ia menyebut kesiapsiagaan sebagai pondasi menuju pengelolaan destinasi kelas dunia.

Iqbal turut mengulas pengalamannya saat gempa bumi mengguncang Lombok pada 2018. Kala itu, ia yang masih bertugas di Kementerian Luar Negeri menyaksikan langsung bagaimana ribuan wisatawan asing terjebak di Gili Trawangan. “Waktu itu kami menyelamatkan para WNA dengan bantuan nelayan lokal. Itu jadi pelajaran besar, kita terbiasa menyambut tamu, tapi tak selalu siap saat terjadi krisis,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pembenahan sistem evakuasi, penyusunan jalur penyelamatan, dan pelatihan rutin seperti vertical rescue sangat diperlukan, baik di Rinjani maupun destinasi NTB lainnya seperti Mandalika. “Bahkan dalam situasi darurat, pengalaman wisatawan harus tetap berkesan. Itu bisa tercapai jika kita memiliki sistem yang terencana,” tegasnya.

Iqbal juga mengangkat kasus kecelakaan yang dialami wisatawan asal Brasil, Juliana, sebagai contoh pentingnya evaluasi dan pembenahan tata kelola secara menyeluruh. “Langkah kecil jika dilakukan bersama bisa membawa perubahan besar. Dari forum seperti ini, kita bisa menyusun peta jalan menuju Rinjani yang aman dan berkelas global,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Iswandi, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan merumuskan kebijakan jangka panjang untuk menjadikan Rinjani sebagai destinasi petualangan unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Ia menegaskan bahwa pengelolaan Rinjani harus mengacu pada standar internasional, bukan hanya karena letaknya di Lombok, tetapi karena posisinya sebagai bagian dari warisan geologi dunia. “Rinjani milik kita, tapi juga milik dunia. Maka cara kita mengelolanya harus mencerminkan tanggung jawab global,” katanya.

Forum ini turut dihadiri berbagai pihak, mulai dari pegiat lingkungan, akademisi, komunitas pendaki, pelaku wisata, hingga perwakilan dari Bappenas dan organisasi perangkat daerah. Salah satu tokoh yang hadir adalah Rocky Gerung yang dikenal aktif dalam isu-isu lingkungan. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer