32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramPeringatan Hari Anak Nasional, Perkuat Pondasi Agama

Peringatan Hari Anak Nasional, Perkuat Pondasi Agama

Mataram (Inside Lombok) – Kekerasan pada anak masih menjadi perhatian semua pihak. Pada hari anak nasional yang jatuh pada 23 Juli 2025 ini, Pemkot Mataram melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, memperluas pengawasan melalui lembaga yang memang selama ini fokus terhadap perlindungan perempuan dan anak.

“Kita melalui dinas terkait, perlindungan anak ini menjadi atensi kita bersama. Saya sudah sampaikan kita semua memiliki anak kalau kita fokus pada perlindungan anak ini termasuk juga menjaga anak kita sendiri,” kata Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman.

Ia mengatakan, pengawasan yang dilakukan tidak saja terhadap aktivitas anak melainkan juga edukasi kepada orang tua. Dimana, orang tua menerapkan pola asuh yang maksimal kepada anaknya. “Mengedukasi kepada orang tua agar betul-betul berkolaborasi dengan pemerintah untuk menjaga anak-anak kita terhindar dari pergaulan bebas hingga perundungan dan kekerasan seksual,” ujarnya.

Waktu anak sebagian besar bersama orang tua. Dengan demikian, perhatian dan pengawasan yang dilakukan lebih maksimal jika dibandingkan dengan yang lain misalnya guru di sekolah. “Kita terus mengedukasi orang tua untuk memberikan perhatian yang lebih. Kalau ada apa-apa nanti pemerintah siap untuk memberikan bantuan,” katanya.

Pondasi yang paling penting dalam diri anak yaitu agama. Jika tidak isa dilakukan secara mandiri maka bisa melalui lembaga pendidikan yang memang fokus terhadap pengetahuan agama. “Kan bisa dititipkan di majelis taklim atau pengajian. Supaya pesan-pesan agama itu ada juga pada anak-anak kita. Sehingga menjaga dengan siapa dia bergaul dan berhati-hati dengan apa yang harus dimainkan dan dilakukan,” katanya.

Menurutnya, lembaga pendidikan yang berkasus saat ini terbilang sangat kecil. Artinya, masih banyak lembaga pendidikan yang ada aini bisa mencetak atau melahirkan generasi yang menorehkan prestasi. “Masih banyak sekitar 99 persen lembaga pendidikan itu berjalan sesuai dengan track yang benar. Oleh karena itu orang tua juga harus pandai memilih pondok pesantren yang tepat,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer