26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurKasus Perundungan di Lotim Menurun, Tapi Pernikahan Anak Masih Jadi PR Berat

Kasus Perundungan di Lotim Menurun, Tapi Pernikahan Anak Masih Jadi PR Berat

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengklaim kasus perundungan atau bullying di kabupaten tersebut menurun signifikan. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, laporan terkait perundungan dari sekolah-sekolah nyaris tidak ada.

“Yang cukup terlihat sekarang, kasus bullying sudah jarang ditemukan. Bahkan sampai sekarang kami belum menerima laporan terkait itu,” ujar Kepala DP3AKB Lotim, Ahmat saat dikonfirmasi, Jumat (25/7). Dijelaskan, sampai pertengahan 2025 ini, total kasus kekerasan terhadap anak baru tercatat 11 laporan, didominasi kasus pernikahan anak dan penelantaran. Sedangkan pada 2024 lalu, jumlah kasus mencapai 41 laporan.

Ahmat menilai, penurunan kasus perundungan ini merupakan hasil dari deklarasi sekolah dan pondok pesantren ramah anak serta ramah perempuan. Ia menyebutkan, program tersebut memberikan dampak positif yang cukup signifikan terhadap lingkungan pendidikan di Lotim.

Meski begitu, ia mengakui pernikahan anak masih menjadi masalah utama yang harus segera ditangani. “Ini pekerjaan rumah (PR) terberat kami bersama Pemkab dan OPD terkait,” jelasnya.

Sebagai upaya pencegahan, DP3AKB berencana memperluas pembentukan forum anak di seluruh desa, mengingat saat ini baru sekitar 30 persen dari total 254 desa yang memiliki forum tersebut.

Selain itu, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi mengenai regulasi pernikahan anak, baik yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Desa (Perdes). “Kami melihat regulasi ini belum tersosialisasi secara masif, sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer