Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah memacu kinerja pendapatan asli daerah (PAD) dengan target ambisius mencapai Rp200 miliar di triwulan tiga tahun 2025. Data terbaru menunjukkan progres yang menjanjikan, di mana realisasi hingga 24 Juli 2025 telah menyentuh angka Rp103.421.136.767,64, atau sekitar 51,61 persen dari total target PAD 2025 sebesar Rp200.408.882.222,00.
Meskipun pencapaian separuh target telah diraih, Pemda KLU dihadapkan pada sisa target sebesar Rp46.885.524.898,86 atau 23,39 persen yang harus dipenuhi hingga akhir September. Angka ini menegaskan adanya kebutuhan ekstra untuk menggenjot pendapatan dalam dua bulan ke depan.
“Dengan kenaikan PAD yang cukup signifikan hingga menembus angka Rp200 miliar pada tahun ini, kami sangat optimistis dapat mencapai target 75 persen di triwulan ketiga,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) KLU, Ainal Yakin, Senin (28/7).
Lebih lanjut, tren positif ini merupakan hasil dari berbagai upaya intensifikasi pendapatan yang telah dilakukan. Berdasarkan data historis periode Juli-September 2024, PAD KLU berhasil mengumpulkan Rp65.986.366.854,12. Angka ini menjadi indikator positif bahwa secara historis, pencapaian target di triwulan III adalah sesuatu yang sangat mungkin diwujudkan.
Selain itu, disoroti juga potensi perbandingan dengan capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBBJ) tahun lalu yang berada di kisaran Rp84 miliar. “Artinya, meskipun ada tren peningkatan, upaya ekstra tetap dibutuhkan. Kami akan terus bekerja keras,” tuturnya.
Guna mencapai target ini, Pemda KLU telah mengidentifikasi sejumlah potensi unggulan yang akan menjadi fokus penagihan. Sektor-sektor prioritas meliputi PBJT Jasa Perhotelan, Restoran, dan Hiburan, serta PBB-P2. Data realisasi PBJT per 24 Juli 2025 menunjukkan sektor makanan dan minuman telah mencapai Rp27.606.620.323,70, tenaga listrik Rp9.307.201.614,00, hotel Rp42.928.320.672,00, dan restoran Rp10.115.000,00. Angka-angka ini menjadi fondasi kuat untuk terus meningkatkan pendapatan.
“Kami memiliki strategi yang jelas untuk mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor-sektor unggulan ini. Intensifikasi penagihan dan pengawasan akan terus kami lakukan,” terangnya.
Dikatakan, pentingnya kolaborasi antara Bappenda dengan berbagai pihak terkait, termasuk wajib pajak, untuk memastikan kelancaran proses pembayaran pajak dan retribusi. Kemudian, penguatan kapasitas SDM di Bappenda, pemanfaatan teknologi untuk mempermudah pembayaran pajak, serta sosialisasi yang masif kepada masyarakat juga menjadi bagian integral dari strategi ini. “Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kami optimis dapat merealisasikan 75 persen target pendapatan di triwulan III, bahkan melampaui,” pungkasnya. (dpi)

