24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraCegah Tragedi Berulang, Pelaku Wisata Tiga Gili Minta Pemda Buat Posko Terpadu...

Cegah Tragedi Berulang, Pelaku Wisata Tiga Gili Minta Pemda Buat Posko Terpadu Darurat

Lombok Utara (Inside Lombok) – Para pelaku pariwisata di Tiga Gili (Trawangan, Air, Meno) meminta agar segera pemerintah membentuk posko terpadu darurat yang siaga penuh, guna mengantisipasi berbagai kemungkinan keadaan darurat yang dapat menimpa para pelancong. Mengingat belum lama ini terjadi kasus meninggalnya wisatawan saat berenang di perairan Tiga Gili.

Ketua Gili Hotel Association, Lalu Kusnawan menyuarakan kekecewaan, lantaran kasus kematian wisatawan di Tiga Gili bukanlah fenomena baru, melainkan tragedi berulang yang seolah menjadi langganan setiap tahun. Dimana setiap tahun, tercatat lebih dari satu kasus kematian wisatawan, yang umumnya disebabkan kelelahan dan penyakit bawaan seperti serangan jantung.

“Dari pola kejadian ini menunjukkan adanya celah serius dalam sistem respons darurat dan pencegahan di kawasan tersebut. Diperlukan langkah antisipatif, bukan sekadar responsif. Kita tidak bisa hanya bereaksi setelah ada korban,” ungkapnya, Senin (28/7).

Ia juga menyoroti urgensi keberadaan posko terpadu yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari kepolisian, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (SAR), dan tenaga medis profesional. Karena kebutuhan ini menjadi semakin mendesak, terutama saat memasuki periode high season seperti Juli-Agustus. “Pada puncak musim kunjungan, jumlah wisatawan yang ketiga Tiga Gili antara 3-4 ribu orang per hari,” katanya.

Keramaian seperti ini, tanpa sistem keamanan dan respons darurat yang memadai, tentu menjadi bom waktu. Pariwisata adalah andalan utama NTB, maka saat kunjungan tinggi, keamanan dan respons darurat harus maksimal. “Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak! Reputasi Tiga Gili sebagai destinasi internasional sedang dipertaruhkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, akan ada dampak negatif yang lebih luas jika permasalahan ini terus diabaikan. Bahkan dikhawatirkan bahwa serangkaian insiden dapat mengikis kepercayaan wisatawan dan akhirnya berdampak buruk pada industri pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. “Untuk itu, kami mengusulkan agar posko terpadu ini dapat didirikan langsung di kawasan Tiga Gili, atau setidaknya di Pelabuhan Bangsal sebagai titik kendali utama,” terangnya.

Menurutnya, lokasi strategis ini akan memungkinkan respons yang cepat dan efektif bila terjadi insiden luar biasa, mulai dari kecelakaan laut, kondisi medis darurat, hingga potensi tindak kriminal. Kehadiran posko ini tidak hanya akan mempercepat penanganan darurat, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. “Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten segera merespons usulan ini dengan serius,” imbuhnya.

Dikatakan ini bukan hanya tentang menyelamatkan nyawa wisatawan, tetapi juga tentang menjaga citra dan reputasi Tiga Gili sebagai destinasi wisata internasional yang aman, nyaman, dan ramah bagi setiap pengunjung. “Ini jadi pengingat bagi semua pihak terkait, bahwa pertumbuhan pariwisata harus sejalan dengan peningkatan standar keselamatan dan pelayanan,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer