Mataram (Inside Lombok) – Pelaku usaha oleh-oleh khas daerah diserbu oleh peserta dan pengunjung pada Event Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025. Pasalnya, event olahraga dua tahunan ini mendatangkan 18 ribu peserta.
Oleh-oleh khas Lombok yaitu emas mutiara. Dimana, emas mutiara ini menjadi oleh-oleh yang sangat diminati oleh peserta terutama ibu-ibu. Tidak hanya emas mutiara, kain khas daerah juga dipromosikan selama event.
Pelaku UMKM asal Mataram, Diah mengatakan event Fornas tidak saja sebagai ajang pertandingan olahraga melainkan juga mempromosikan berbagai produk UMKM lokal yang ada di NTB. “Selain sebagai ajang berkumpul dengan UMKM tetapi juga kami memperkenalkan tenun dari NTB seperti tenun Dompu, Munafaa, Sukarara, Pringgasele, Bima, Sumbawa dan lain-lain,” katanya, Selasa (29/7) pagi.
Selain tenun, beberapa jenis produk lokal seperti mutiara air tawar dan laut, seperti kalung, gelang, cincin dan bros menjadi incaran pengunjung. Untuk harganya disebut bervariatif mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung jenisnya.
Untuk omzet selama Fornas, Diah mengaku tidak terlalu besar. Pasalnya, selama event ini tidak hanya fokus pada omzet melainkan untuk memperkenalkan produk-produk khas daerah. “Kalau omzet sehari Rp10 juta, tapi itu tergolong kecil. Namun tidak masalah kami disini (Fornas red) saya tekankan memperkenalkan produk lokal NTB,” tegasnya.
Menurutnya, ajang Fornas ini juga memunculkan stigama di NTB bagi daerah-daerah lain, bahwa NTB memiliki bayak kerajinan yang eksklusif dan dibuat di Lombok. “Akan muncul bahwa di NTB itu banyak sekali kerajinan-kerajinan dari lombok yang awalnya orang tidak tau jadi tahu dengan adanya fornas ini. NTB semakin mendunia akan benar-benar terwujud dengan adanya segala macam event di NTB,” imbuhnya. (azm)

