25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurPemda Lotim Terus Dorong Digitalisasi untuk Transparansi dan Pelayanan

Pemda Lotim Terus Dorong Digitalisasi untuk Transparansi dan Pelayanan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Di tengah gempuran zaman yang semakin canggih dengan dunia digital yang memudahkan mengakses apa saja hanya melalui jaringan digital, tentu harus bisa beradaptasi dengan era saat ini. Begitu juga dalam dunia pemerintahan yang harus dapat membuat wadah digital agar bisa memudahkan pelayanannya.

Dalam memudahkan pelayanan yang lebih baik, cepat, dan efisien, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) terus berupaya mendorong semua sektor untuk berbenah. Tak hanya untuk kemudahan saja, melainkan untuk transparansi keuangan daerah yang dapat dipantau oleh masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, M. Juaini Taofik mengatakan bahwa transformasi layanan publik dan tata kelola digital sudah masuk menjadi salah satu item dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lotim Tahun 2025–2029.

“Memang ini tegas dan tertuang dalam tagline SMART yang berbicara tentang transparansi, tentu kalau membahas kinerja kami tidak cukup hanya analog saja,” ucapnya, Senin (28/07/2025).

Demi transparansi tersebut, ia mendorong untuk beralih juga ke digitalisasi dengan memanfaatkan aplikasi maupun media sosial sebagai wahana penyiaran saat ini. Bahkan Pemda Lotim saat ini telah mulai memanfaatkan digitalisasi tersebut dalam sektor pendapatan daerah.

“Jadi pendapatan daerah sudah mulai digitalisasi, masyarakat dapat membayar melalui qris, virtual account, periri dan segala macamnya. Itu sudah kita mulai, bahkan di rumah sakit,” jelasnya.

Sekda mencontohkan digitalisasi yang telah dilakukan dalam dunia kesehatan, di mana di rumah sakit telah difasilitasi dengan aplikasi Satu Sehat yang dapat melayani pendaftaran hingga pembayarannya. Namun ia juga mengakui bahwa digitisilasi menjadi tantangan untuk saat ini, sebab tak semua masyarakat juga telah paham dunia digital.

“Tentu ini menjadi tantangan kita karena tidak semua melek digital, tapi tentu kita akan menyesuaikan juga. Suka tidak suka, siap tidak siap, memang harus segera kita mulai,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer