Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola aset daerah, meskipun diakui masih menghadapi tantangan besar. Wakil Bupati Lotim, Moh. Edwin Hadiwijaya mengatakan meski digitalisasi pengelolaan aset sudah dimulai melalui SIMDA-BMD Online, hambatan utama terletak pada keterisian data yang belum lengkap dan kesenjangan informasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Dalam pengadaan barang, kita kadang hanya mendapatkan ukuran tanpa detail material. Kesenjangan informasi ini menghambat proses digitalisasi secara menyeluruh,” jelasnya. Menurutnya, pengelolaan aset membutuhkan perhatian ekstra, mengingat aset daerah adalah salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan. “Ini pekerjaan besar. Kita ajak para operator untuk bersama-sama membangun dan memastikan data aset daerah benar-benar valid dan terkelola dengan baik,” tegasnya.
Wabup juga menekankan pentingnya peran Bidang Aset untuk memantau langsung progres entri data dari tiap kecamatan. “Monitoring yang ketat dari tingkat kecamatan menjadi kunci percepatan pembenahan aset,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Izuddin, mengungkapkan pihaknya terus bekerja keras mengejar ketertinggalan dalam pelaporan aset. “Kami bekerja hingga larut malam untuk memastikan laporan cepat selesai. Untuk mendukung ini, kami juga mengupayakan pengadaan perangkat teknologi, seperti laptop, di setiap kecamatan,” ungkapnya.
Dengan adanya sistem daring ini, Pemkab berharap pengelolaan aset tidak hanya menjadi lebih transparan dan tertib administrasi, tetapi juga mampu mengurangi potensi masalah di kemudian hari. “Ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi soal komitmen bersama untuk mengelola aset daerah dengan benar,” tutup Edwin. (den)

