Lombok Utara (Inside Lombok) – Gelaran Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang sebagian acaranya dilaksanakan di Gili Trawangan, Lombok Utara, telah menambah semarak pariwisata daerah. Meskipun suasana cukup ramai, namun sektor perhotelan di tiga Gili (Air, Meno, Trawangan) masih sangat bergantung pada kedatangan wisatawan mancanegara.
“Saat ini memang lagi musim ramai, jadi memang hotel-hotel di Lombok Utara juga banyak yang penuh. Untuk FORNAS, kegiatan kemungkinan masih dengan one day trip, mereka tetap stay di Mataram,” ujar Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lombok Utara, Vicky Hanoi, Rabu (30/7).
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta FORNAS memilih untuk menginap di ibu kota provinsi, Mataram, dan hanya melakukan kunjungan harian ke Gili Trawangan. Tentunya, pola kunjungan semacam ini membatasi dampak langsung terhadap peningkatan okupansi hotel di Lombok Utara. Sehingga kunjungan didominasi wisatawan mancanegara masih sangat terasa di hotel-hotel Lombok Utara. “Iya, masih didominasi wisman,” katanya.
Menariknya, meskipun sempat ada penutupan sementara pelabuhan untuk fast boat, tingkat okupansi hotel di Lombok Utara masih stabil di angka 90%. Angka yang impresif ini, sebagian besar adalah kontribusi dari wisatawan asing. Ini menunjukkan bahwa Bali masih menjadi pintu gerbang utama bagi banyak wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan ke Gili. “Kebanyakan wisatawan masuknya dari Bali pakai fast boat, sementara Pelabuhan bangsal ditutup,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi ini menyoroti perlunya strategi yang lebih spesifik untuk mengoptimalkan dampak event-event berskala nasional terhadap sektor perhotelan lokal. Di sisi lain, peran krusial wisatawan mancanegara dalam menjaga denyut nadi pariwisata Lombok Utara semakin jelas terlihat.
Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata dapat merumuskan program yang lebih efektif untuk menarik pengunjung, baik domestik maupun internasional, agar tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Lombok Utara. (dpi)

