24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaAdvetorialPertamina AFT BIL dan Bank Sampah Al-Haqiqi Wujudkan Kampung Hijau Berkelanjutan

Pertamina AFT BIL dan Bank Sampah Al-Haqiqi Wujudkan Kampung Hijau Berkelanjutan

Lombok Tengah (Inside Lombok) — Dalam rangka mendukung program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan dan berbasis lingkungan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) bersama dengan mitra binaan Bank Sampah Al Haqiqi menjalankan Program Kampung Hijau yang terintegrasi dengan berbagai kegiatan produktif, di antaranya pengolahan sampah organik menggunakan media maggot, peternakan, pertanian greenhouse, serta budidaya kacang Sacha Inchi.

Program ini hadir sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan sampah dan peningkatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar. Melalui sistem budidaya maggot (Black Soldier Fly), sampah organik yang selama ini menjadi sumber pencemaran lingkungan diubah menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi dan pupuk organik yang ramah lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga di Desa Tanak Awu.

Selain itu, pengembangan pertanian greenhouse dan peternakan dilakukan sebagai langkah nyata untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat secara holistik. Tanaman hortikultura yang dibudidayakan di dalam greenhouse lebih terjaga kualitasnya dan tahan terhadap perubahan iklim, sementara sektor peternakan menjadi pelengkap dalam mendukung rantai ekonomi sirkular.

Kegiatan unggulan lainnya adalah budidaya kacang Sacha Inchi, tanaman superfood yang dikenal kaya akan omega-3 dan bernilai ekonomi tinggi. Potensi ini diharapkan mampu menjadi produk unggulan masyarakat lokal yang mampu menembus pasar yang lebih luas.

Program ini telah berlangsung sejak tahun 2021 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL dan Bank Sampah Al Haqiqi untuk membangun kesadaran lingkungan dan memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Saat ini Bank Sampah Al Haqiqi telah mampu mengolah sampah organik rumah tangga sebanyak 6.812 kg/tahun dan mampu melakukan panen maggot fresh sebanyak 70kg/bulan.

Ketua Bank Sampah Al Haqiqi, Masiani, menyampaikan bahwa program ini telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya dukungan dari Pertamina AFT BIL. Tidak hanya bantuan alat dan sarana prasarana, tetapi juga ilmu dan pelatihan yang diberikan sangat berguna untuk keberlanjutan kegiatan program ini. Kemudian kami juga dapat menebar manfaat dari kegiatan ini dengan metode tukar sampah kepada masyarakat” ujarnya.

“Melalui Program Kampung Hijau ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi. Kolaborasi antara pengelolaan sampah, pertanian, dan peternakan ini kami yakini bisa menjadi model percontohan kampung mandiri berbasis ekonomi sirkular ditingkat kabupaten,” ujar Ilham, Aviation Fuel Terminal Manager BIL.

Bank Sampah Al Haqiqi merupakan kelompok pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang fokus pada edukasi, pengelolaan sampah, dan ekonomi hijau. Melalui pendekatan inklusif dan inovatif, Bank Sampah Al Haqiqi berupaya mewujudkan perubahan nyata menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan. “Melalui program ini, kami ingin menciptakan ekosistem masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan mampu menjaga kelestarian kota dan permukiman yang berkelanjutan. Ini sejalan dengan tujuan SDGs seperti konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, perubahan iklim dan pengentasan kemiskinan,” ungkapnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer