Lombok Tengah (Inside Lombok) – PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) berkomitmen menciptakan nilai bersama (shared value) bagi masyarakat dan lingkungan melalui pelaksanaan Program Perhutanan Sosial yang dijalankan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Lestari di Dusun Bongak, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Program ini merupakan upaya reforestasi hutan yang diwujudkan dengan menciptakan hutan agroforestry dimana AFT BIL telah memberikan bantuan bibit pohon serta sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Program yang telah berjalan sejak tahun 2023 ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan hutan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika secara berkelanjutan berbasis masyarakat, yang mengintegrasikan konsep Ecology, Economy, dan Education (3E). Dengan mengedepankan kearifan lokal, program ini mendorong penghijauan kawasan hutan sekaligus mengoptimalkan hasil hutan bukan kayu sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaannya KTH Bina Lestari berhasil menanam 30.000 bibit pohon diarea seluas 96 hektar dan berdampak pada terjaganya sumber mata air bagi >200 KK yang ada di Dusun Bongak. Kemudian, KTH Bina Lestari juga mampu mengembangkan berbagai produk berbasis hasil hutan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), briket arang, keripik pisang dan singkong, serta budidaya pertanian melalui greenhouse. Produk-produk tersebut kini tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi juga ke mancanegara. Selain itu, adanya pengembangan lokasi wisata hutan bongak dapat menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung untuk sekedar camping, trekking dan eduwisata.
Ketua KTH Bina Lestari, Burhanudin, mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan Pertamina. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Dukungan mesin dan penggunaan teknologi tepat guna sangat membantu kami dalam melakukan proses produksi VCO. Tak hanya dukungan mesin kami juga mendapatkan bantuan fasilitas bangunan serta pelatihan yang sangat bermanfaat untuk pengembangan kelompok kami secara berkelanjutan” ungkapnya.
Ke depan, program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi pengelolaan kawasan hutan berbasis masyarakat di wilayah lain, serta terus berkembang sebagai destinasi eduwisata yang mengedepankan nilai konservasi dan kemandirian ekonom
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan. “Melalui program ini, kami ingin menciptakan ekosistem masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan mampu menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Ini sejalan dengan tujuan SDGs seperti pengentasan kemiskinan, aksi iklim, dan pelestarian ekosistem daratan,” ungkapnya. (dpi)

