Lombok Timur (Inside Lombok) – Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa momentum Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi pengingat akan pentingnya komitmen bersama dalam melindungi hak-hak anak. “Setiap anak berhak mendapat perlindungan, rasa aman, nyaman, serta pendidikan dan kasih sayang yang memadai. Ini adalah tanggung jawab kita semua, baik pemerintah maupun orang tua,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan sosialisasi pencegahan perkawinan anak. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting dan perkawinan dini melalui berbagai saluran komunikasi,” ujarnya. Merespons aspirasi anak-anak yang disampaikan dalam acara tersebut, Edwin berkomitmen untuk memenuhinya secara bertahap sesuai prioritas. “Kami akan berupaya mewujudkan harapan adik-adik, tentu dengan penyesuaian kemampuan daerah,” janjinya.
Acara ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan layanan akta kelahiran bagi anak usia 0-4 tahun dan Kartu Identitas Anak (KIA), sebagai bentuk komitmen pemda dalam memenuhi hak dasar anak. Edwin berpesan agar anak-anak Lombok Timur tumbuh menjadi generasi penerus yang lebih sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Peringatan HAN 2025 ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Lombok Timur dalam mewujudkan kabupaten layak anak melalui berbagai program terpadu.

