25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramSertifikasi Pemandu di Rinjani, 350 Porter-Guide Ikuti Kompetensi Upskilling

Sertifikasi Pemandu di Rinjani, 350 Porter-Guide Ikuti Kompetensi Upskilling

Mataram (Inside Lombok) – Ratusan pemandu di Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara mengikuti pelatihan untuk meningkatkan skil dan bisa memperoleh sertifikat sebagai pemandu di Rinjani. Selama pelatihan para pemandu mendapatkan berbagai materi salah satunya tentang manajerial.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kemenpar, Faisal, mengatakan jumlah pemandu yang mengikuti pelatihan sebanyak 350 orang. Pelatihan pemandu ini merupakan upaya pemerintah menciptakan pariwisata berkualitas, aman, dan berdaya saing internasional di kawasan Gunung Rinjani. Menurut Faisal, kegiatan upskilling ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2023. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah meningkatkan kapasitas pelaku industri pariwisata khusus di lingkar Rinjani. “Kita latih dan sertifikasi pemandu gunung agar mereka memiliki kompetensi, sikap, dan keterampilan standar, termasuk kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan di situasi darurat,” ujar Faisal melalui video conference, Kamis (7/8/2025)

Faisal menambahkan, pelatihan ini juga menjadi bagian dari penataan tata kelola pendakian gunung secara nasional. Kemenpar bersama Kementerian Kehutanan telah melakukan workshop membahas jalur pendakian di seluruh Indonesia, termasuk pembenahan SOP di Gunung Rinjani. Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata NTB Chandra Aprinova, menegaskan sertifikasi pemandu Rinjani ini diikuti oleh 350 orang dari kalangan porter dan guide yang memang sudah sering mengantar tamu ke Gunung Rinjani.

Materi yang diberikan Chandra mencakup kemampuan manajerial, pengetahuan tentang lingkungan, medan, keterampilan komunikasi, hingga pengenalan peralatan pendakian atau peralatan rescue dasar. “Ini dilakukan karena penting untuk mengantisipasi insiden saat pendakian,” katanya. Kepala Seksi Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Dwi Pangestu, menjelaskan pelatihan upskilling pemandu Gunung Rinjani ini sangat positif untuk keselamatan pendaki di Rinjani. Mengingat jalur pendakian di wilayah Torean dan Senaru cukup ekstrem. Berdasarkan data Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) jalur pendakian, Gunung Rinjani masuk kategori grade 4 atau tingkat kesulitan tinggi. Sehingga jalur Rinjani tidak cocok untuk pemula tanpa pendampingan. “Selama proses pendakian di Rinjani pemandu gunung memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan tamu, terlebih kita menuju nol insiden,” tegasnya.

Dikatakan Dwi, Balai TNGR saat ini juga sedang melakukan perbaikan enam jalur pendakian utama. Perbaikan yang dilakukan untuk melengkapi fasilitas keamanan dan keselamatan bagi pendaki. “Jalur Sembalun ke Danau sudah selesai kita perbaiki. Sedangkan yang lain seperti jalur Torean, Senaru, Timbanuh, Air Berik, dan Tetebatu masih dalam proses,” ujarnya.

- Advertisement -

Berita Populer