25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurPara Boatman Melanggar Perjanjian, Teluk Ekas Kembali Memanas

Para Boatman Melanggar Perjanjian, Teluk Ekas Kembali Memanas

Lombok Timur (Inside Lombok) – Teluk Ekas kembali memanas setelah beberapa waktu lalu dihebohkan dengan ketegasan Bupati Lombok Timur terhadap para boatman. Kini pantai dengan ombak terbaik untuk lokasi surfing tersebut kembali menuai polemik lantaran para boatman tak taat dengan aturan yang disepakati.

Stafsus Pariwisata Lombok Timur, Ahmad Roji mengatakan bahwa puncak kemarahan dari boatman Ekas adalah ketika boatman daerah sebelah mengingkari hasil keputusan di rapat Gubernur terkait aturan main yang ada di teluk ekas. Boatman dari awang harusnya lepas jangkar di Ekas dan Beach Brik, sehingga itu kemudian yang menjadi pemicu karena diduga tidak kompak. Ada boatman yang taat, ada juga yang tidak taat, sehingga kemarahan memuncak dan sejumlah boatman dari Lombok Tengah ditarik untuk menyandar di Ekas. “Tapi di sisi lain, isunya lain, boatmannya kita sandera dari sisi sebelah. Padahal tidak, kami dari pihak terkait terutama saya selaku Stafsus Pariwisata menilai bahwa pihak-pihak ini harus tunduk dan taat pada apa yang menjadi keputusan pimpinan,” tegasnya.

Ketaatan antara semua pihak, terlebih para boatman atas keputusan yang telah disepakati harus dijunjung tinggi. Hal itu agar dapat terjalin komunikasi yang baik dan keadilan ekonomi bagi semua pelaku wisata, kata Roji, pihak dari daerah sebelah harus menaati aturan yang telah dibuat di Lombok Timur. “Pihak dari daerah sebelah harusnya menaati aturan yang telah dibuat di Lombok Timur, sehingga tidak ada insiden lagi di tengah laut yang selama ini ada insiden, kekacauan, tidak tertib di tengah laut. Dengan adanya pola itu diatur dengan sebaik mungkin,” jelasnya.

Dikatakan Roji, kalau tidak diatur sebaik mungkin maka akan terjadi insiden lagi seperti intimidasi, keributan, bahkan kekerasan sehingga dianggap tak melindungi para wisatawan yang melakukan olahraga surfing. Dengan aturan tersebut dapat membuat wisatawan merasa terlindungi dan aman dalam berwisata. “Ruhnya sebenarnya di sana untuk melindungi dan menjaga wisatawan kita di Ekas, di Lombok Timur, agar ada manfaatnya bagi ekonomi masyarakat kita, khususnya warga setempat,” paparnya.

Roji juga mengakui bahwa tidak ada penyanderaan yang terjadi di Ekas terhadap para boatman yang berasal dari Awang, melainkan hanya diajak ke tepian untuk melakukan diskusi kembali atas apa yang menjadi keluhan boatman Ekas. “Tidak ada yang menyandera seperti isu itu, melainkan hanya diajak diskusi kembali,” jelasnya.

Sementara itu Pembina Ekas Surf Club (ESC), Jaya Kusuma, menegaskan bahwa semua pihak telah dimediasi oleh pihak provinsi dan semua aparat, serta pimpinan terkait kesepakatan yang telah disepakati. Namun dari berbagi informasi, kedatangan boatman dari Awang tanpa mengikuti hasil kesepakatan dan aturan Bupati yang telah ditandatangani semakin masif.

- Advertisement -

Berita Populer