25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratBelum Ada Solusi, Warga Bukit Duduk Minta Penegakan Hukum

Belum Ada Solusi, Warga Bukit Duduk Minta Penegakan Hukum

Lombok Barat (Inside Lombok) – Suara bising yang dipersoalkan warga di kawasan Perbukitan Dusun Duduk, Batu Layar, masih tetap dikeluhkan. Upaya mediasi yang dilakukan aparat nyata tidak menemukan adanya solusi.

Bahkan dalam kasus ini, warga menyerahkannya melalui kuasa hukumnya. Dengan keterlibatan kuasa hukum ini, persoalan suara bising yang disebut mengganggu warga perbukitan bisa segera terselesaikan. Melalui kuasa hukumnya, I Gede Sukarmo, mengatakan warga ingin untuk meluruskan narasi yang beredar dan menuntut tindakan hukum yang tegas. Pasalnya, selama berbulan-bulan, warga telah merasa terganggu oleh musik dangdut dan karaoke keras yang diputar sejak pagi hingga larut malam. “Suara tersebut menjalar hingga ke perbukitan, masuk ke rumah-rumah, mengganggu waktu istirahat, dan merusak kualitas hidup warga,” katanya.

Keluhan terhadap suara bising ini dimulai sejak April 2025 lalu. Dimana, keluhan warga disampaikan secara lisan kepada kepala dusun. Namun, setelah itu diikuti dengan surat resmi kepada kepala desa. “Dua petisi yang ditandatangani, mewakili puluhan warga perbukitan. Karena upaya tersebut tidak membuahkan hasil, masalah ini kemudian diteruskan ke pihak berwenang di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.

Dikatakannya, mediasi pertama sudah dilakukan namun tidak menemukan solusi. “Yang ada malah terjadi keributan karena yang diundang warga Bukit Duduk hanya 1 orang. Padahal yang merasa dirugikan oleh musik keras sampe tengah malam banyak warga Bukit Duduk,” ujarnya. Ia menegaskan, permintaan warga Bukit Duduk hanya mengatur volume musik sehingga tidak mengganggu kenyaman dan ketenangan masyarakat. Apalagi pada malam hari, suara musik tersebut mengganggu warga. “Simple aja permohonannya yakni di atur volume musik keras sampe tengah malam yang mengganggu ketenangan warga Bukit Duduk,” katanya.

Menurutnya, warga di Bukit Duduk sudah mengeluhkan persoalan tersebut sesuai dengan prosedur yang ada. Dimana, keluhan sudah disampaikan melalui Kepala Dusun hingga bersurat ke instansi namun belum ada respon. “Sudah melalui prosedur yakni melaporkan ke Kadus, dan bersurat berkali-kali ke instansi terkait, tapi tidak ada tindakan tegas dan masih saja terjadi suara musik sampai tengah malam,” tutup Gede.

- Advertisement -

Berita Populer