25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraRaih PJA 2025, Desa Bentek Jadi Contoh Kerukunan Nasional

Raih PJA 2025, Desa Bentek Jadi Contoh Kerukunan Nasional

Lombok Utara (Inside Lombok)- Keberagaman sering kali menjadi tantangan, tetapi bagi Desa Bentek di Kecamatan Gangga, Lombok Utara, keberagaman justru menjadi kekuatan. Desa ini dikenal sebagai miniatur kerukunan karena warganya yang terdiri dari pemeluk agama Islam, Budha, dan Hindu hidup berdampingan secara harmonis, baru-baru ini berhasil mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Pemerintah Desa Bentek meraih penghargaan prestisius Peacemaker Justice Award (PJA) 2025 dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen desa dalam menjaga perdamaian dan menyelesaikan masalah hukum secara damai. “Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas peran aktif pemerintah desa (kepala desa, red) dalam menyelesaikan sengketa lokal melalui mediasi dan pendekatan restoratif. Itu menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian ini,” ujar Kepala Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Warna Wijaya, Kamis (7/8).

Lebih lanjut, pemerintah desa Bentek berhasil mengungguli delapan desa lain di Lombok Utara yang turut serta dalam seleksi ketat ini. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi apik antara kepala desa dan Majelis Kerama Desa (MKD). Lembaga penyelesaian sengketa lokal ini menjadi garda terdepan yang berhasil mencegah konflik horizontal dan menekan jumlah kasus yang masuk ke ranah pidana. Penghargaan ini bukan sekadar piala atau sertifikat, melainkan pengakuan atas model penyelesaian konflik yang patut dicontoh. “Alhamdulillah, meski masyarakat kita beragam, kita minim konflik dan cukup harmonis. Ini adalah hasil kerja sama semua pihak di desa,” katanya.

Sebagai informasi, ajang ini diikuti oleh 1.380 kepala desa dan lurah se-Indonesia, melalui seleksi ketat dengan kriteria-kriteria khusus, terutama terkait kinerja lembaga penyelesaian sengketa lokal seperti Majelis Kerama Desa (MKD). Sementara itu, diharapkan prestasi ini akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi desa-desa lain di Lombok Utara. Ia bermimpi lebih banyak desa yang akan mengikuti jejak Desa Bentek, bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi untuk mengokohkan citra Lombok Utara sebagai daerah yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi penyelesaian masalah secara kekeluargaan. “Harapan kami, kedepan akan lebih banyak lagi desa-desa di Lombok Utara yang dapat meraih anugerah ini demi nama baik Lombok Utara sebagai daerah keberagaman yang damai. Ini adalah langkah maju yang akan menguatkan fondasi perdamaian dan kerukunan untuk masa depan,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer