25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurAdu Mulut dengan Satpol PP Lotim Soal Boatman Masuk Ekas, Danposal AL...

Adu Mulut dengan Satpol PP Lotim Soal Boatman Masuk Ekas, Danposal AL Teluk Awang Beberkan Duduk Perkaranya

Lombok Timur (Inside Lombok) – Viralnya video yang memperlihatkan ketegangan adu argumen antara TNI AL dan Satpol PP Lombok Timur pada saat mediasi boatman asal dia daerah di Teluk Ekas. Ketegangan tersebut nyaris berbuah bentrok lantaran tensi yang semakin tinggi.

Danposal AL Teluk Awang, Endarto, menjelaskan bahwa ketegangan terjadi lantaran boatman asal Lombok Timur menarik boatman Lombok Tengah ke Pantai Ekas sebanyak tiga perahu. Keluarga boatman tersebut kemudian melapor ke TNI AL dan Polairud dengan alasan disandera dan meminta mereka untuk dikembalikan. Di tempat tersebut mereka dengan Satpol PP, Kasi, dan Stafsus Pariwisata Lombok Timur. Ia menjelaskan sudah dimediasi oleh Gubernur NTB dan sedang menunggu SOP dari Dinas Pariwisata Provinsi terkait pengelolaan wilayah tersebut. “Dia bilang mengundang untuk mediasi, saya bilang tidak boleh mengundang dengan cara menarik perahunya orang, ini menyalahi aturan. Bapak ini kalau mengundang kirim surat dan diundang,” ucapnya.

Mediasi yang dilaksanakan tersebut dianggap tak menemukan permasalahan, namun pihak Satpol PP bersikeras bahwa harus menaati awik-awik yang telah dibuat oleh Bupati Lombok Timur dan hasil kesepakatan di provinsi terkait pengelolaan. Namun ia menegaskan hal itu bahwa boleh diberlakukan secara fleksibel. “Seperti kata Pak Sekda, awik-awik boleh diberlakukan asal dengan tidak boleh terlalu tegang, maksudnya terlalu saklek dan harus fleksibel. Namun beliau itu bersikeras harus diberlakukan,” katanya.

Ia menegaskan jika terjadi tindak pidana harus diproses, karena sudah menjadi bagian penegakan undang-undang di laut. Ia juga mengaku telah merebut ponsel boatman Ekas lantaran memotret mereka ketika sedang berpatroli rutin dan meminta mereka untuk menghapus hasil foto mereka. “Kami dikira membela boatman asal Lombok Tengah, padahal di sana kami patroli dan kebetulan lewat sana sehingga kami menemukan ada orang yang diving menggunakan kompresor,” tegasnya.

Ia juga mengakui pada saat patroli memang selalu membawa peralatan lengkap, bukan untuk menak-nakuti melainkan hanya menjalankan prosedur yang berlaku. Mereka juga mengaku bahwa tidak membela siapapun dan dalam posisi netral tanpa harus berpihak ke boatman asal Lombok Tengah maupun Lombok Timur. “Saya tidak membeking boatman dari Lombok Tengah, kami hanya melakukan patroli rutin. Kami posisinya di tengah, tidak ada beking-beking, salah itu dan hanya provokasi saja,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer