Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menggelar pertemuan dengan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut yaitu peningkatan konektivitas NTB melalui integrasi transportasi udara, laut, dan darat.
Gubernur NTB hadir bersama Pj Sekda NTB, Lalu Muhammad Faozal, dan Plt Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Ahmad Nuraulia. Sementara itu, Menteri Perhubungan didampingi jajaran lengkap Direktur Jenderal, mulai dari Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Perhubungan Darat, hingga Dirjen Perhubungan Intramoda. Pertemuan kali ini fokusnya adalah evaluasi perkembangan program yang sudah dibicarakan sebelumnya. Sekaligus penyampaian gagasan baru untuk memperkuat posisi NTB dalam peta transportasi nasional.
Plt Kadishub NTB, Lalu Ahmad Nuraulia, menyebut diskusi berjalan sangat mendalam dan teknis karena membahas beberapa proyek strategis secara detail. “Karena ini tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, pembahasannya sangat terarah dan penuh data teknis. Tema besarnya adalah peningkatan konektivitas lintas moda yang saling terhubung, mulai dari udara, laut, hingga darat,” katanya dalam keterangan resmi.
Dalam forum tersebut, Gubernur NTB memaparkan sejumlah agenda dan usulan penting, seperti menjadikan Lombok sebagai hub jaringan seaplane untuk melayani jalur transportasi udara jarak dekat antar pulau dengan pesawat amfibi. Selain itu, pembukaan jalur penerbangan baru dari NTB, baik domestik maupun internasional. Ada juga pengoperasian rute kapal dan kapal cepat baru untuk memperkuat konektivitas antar wilayah di NTB dan provinsi sekitar. Pengembangan transportasi umum berbasis bus listrik untuk mengurangi emisi dan meningkatkan pelayanan public. Penguatan Bandara Internasional Lombok sebagai hub penerbangan nasional untuk wilayah tengah dan timur Indonesia.
Persoalan lain yang dibahas yaitu studi implementasi konsep Barge Shipping (angkutan logistik pengumpan berbasis kapal tongkang) untuk distribusi barang yang lebih efisien. Penerapan fifth freedom rights agar maskapai asing pada rute Australia–Timur Tengah/Eropa dapat transit di Lombok sekaligus menaikkan dan menurunkan penumpang. Ditambah pembahasan yang lain juga termasuk kenaikan status sejumlah pelabuhan di NTB. Termasuk Pelabuhan Langgudu di Bima, agar bisa dilayani kapal ASDP ke berbagai pelabuhan di NTT.
Menurut Ahmad Nuraulia, beberapa agenda seperti hub seaplane dan rute penerbangan baru sudah masuk tahap pembahasan teknis di kementerian terkait. Sedangkan gagasan baru seperti bus listrik dan fifth freedom memerlukan kajian lebih lanjut dari sisi regulasi. Ia menjelaskan, NTB menargetkan sebagian program, seperti jalur penerbangan baru dan penambahan layanan kapal cepat, dapat mulai terealisasi sebelum akhir 2026. “Target kita, konektivitas NTB semakin kuat dalam dua tahun ke depan. Ini penting untuk mendukung pariwisata, logistik, dan mobilitas masyarakat,” Imbuhnya.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan meski anggaran pusat terbatas, ia menilai kreativitas daerah menjadi kunci keberhasilan. “Saya akan mendukung penuh upaya NTB dan daerah lain untuk meningkatkan konektivitasnya. Kemampuan fiskal kita memang terbatas, tapi dengan kreativitas, daerah bisa mendorong investasi swasta,” tegasnya.
Menhub juga menilai langkah NTB yang memaksimalkan peran swasta patut dijadikan contoh bagi provinsi lain. “Kreativitas NTB ini bisa jadi model bagi daerah lain karena mampu mengembangkan transportasi tanpa membebani APBN,” tambahnya. Dari hasil pertemuan ini, beberapa agenda akan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi teknis lintas direktorat jenderal di Kementerian Perhubungan. NTB juga akan mempersiapkan studi kelayakan dan proposal rinci untuk beberapa proyek, khususnya yang melibatkan investasi swasta.

