25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramNTB Peringkat 1 Kasus Perkawinan Anak

NTB Peringkat 1 Kasus Perkawinan Anak

Mataram (Inside Lombok) – Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia yang bersamaan dengan HUT ke-4 Rumah Sakit Mandalika di Lombok Tengah, (13/8), tak hanya diisi dengan acara seremonial. Salah satu agenda pentingnya adalah seminar bertema “Dampak Perkawinan Anak terhadap Kesehatan Mental dan Reproduksi” yang digelar di Ballroom Aula Kantor Bupati Lombok Tengah.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri alias Dinda, menegaskan bahwa perkawinan anak masih menjadi persoalan besar di NTB, sehingga diperlukan langkah konkret untuk menekannya. Ia juga mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman oleh 15 ketua organisasi perempuan di bawah naungan GOW sebagai wujud komitmen bersama. “Peran edukasi sangat penting. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, agar mereka tidak hanya berprestasi, tapi juga mampu meraih cita-cita dan menjadi penerus pembangunan daerah,” ujarnya (14/8).

Ketua TP-PKK NTB, Sinta Agathia Iqbal, yang menjadi pembicara utama, menyoroti bahwa NTB saat ini menempati posisi pertama kasus perkawinan anak di Indonesia. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk bergerak lebih spesifik dalam mencari solusi. “Kami berharap lima tahun ke depan NTB tidak lagi masuk tiga besar daerah dengan tingkat perkawinan anak tertinggi,” tegasnya. Ia juga mengajak para pelajar yang hadir untuk menjadi duta pencegahan perkawinan anak di lingkungannya masing-masing.

Sementara itu, Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Cahyowahyuni, menjelaskan bahwa perkawinan anak berdampak luas, mulai dari kesehatan mental, kesehatan reproduksi, hingga perkembangan psikologis remaja. Menurutnya, budaya patriarki dan tradisi tertentu menjadi salah satu faktor pendorong, yang hanya bisa diubah dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Seminar ini menghadirkan para tenaga medis dan praktisi kesehatan yang memaparkan berbagai risiko serta strategi pencegahan. Harapannya, kesadaran publik semakin tumbuh sehingga NTB mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap membangun daerah. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer