Mataram (Inside Lombok)– Bank Indonesia (BI), Provinsi NTB, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan digital dengan menggelar QRIS Run NTB 2025. Acara ini sebuah inisiatif kreatif yang mengkombinasikan gaya hidup sehat dengan kemudahan transaksi non-tunai menggunakan QRIS. “Kami laksanakan ini tidak hanya untuk sekedar lomba lari, tapi kita juga mengkampanyekan hidup sehat sekaligus melakukan transaksi menggunakan QRIS,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, Sabtu (16/7).
Menurutnya, QRIS menawarkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam bertransaksi. Sebagaimana diketahui, QRIS mempunyai tagline cepat, mudah, murah, aman, dan andal. “Dengan mengkolaborasikan lomba lari dengan transaksi menggunakan QRIS, kami berharap literasi masyarakat untuk menggunakan QRIS dalam transaksi non-tunai bisa semakin meningkat,” jelasnya.
Upaya masif BI NTB dan para stakeholder dalam mendorong penggunaan QRIS membuahkan hasil positif. Sampai dengan saat ini perkembangan penggunaan QRIS di NTB terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. “Sampai semester I, 2025, telah tercatat sebanyak 493.134 pengguna, sementara jumlah merchant-nya sebanyak 368.602 yang aktif di NTB. Perkembangannya semakin bagus, dan kita semakin tingkatkan terus,” ungkapnya.
Peningkatan ini tak lepas dari sinergi yang kuat antara BI, perbankan, penyedia jasa pembayaran, dan berbagai stakeholder lainnya, termasuk pemerintah daerah. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memperluas ekosistem pembayaran digital, memastikan QRIS dapat diakses oleh masyarakat luas, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa.
Dengan semakin banyaknya masyarakat dan pelaku usaha yang mengadopsi QRIS, diharapkan transaksi non-tunai di NTB dapat tumbuh pesat, mendukung efisiensi ekonomi, dan menciptakan ekosistem keuangan yang lebih modern dan inklusif. “QRIS Run NTB 2025 menjadi salah satu bukti nyata bahwa edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya digitalisasi pembayaran dapat dikemas secara menarik, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (dpi)

