25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurHUT RI ke-80, Guru Ngaji dan Marbot di Lotim Dapat Kado Manis...

HUT RI ke-80, Guru Ngaji dan Marbot di Lotim Dapat Kado Manis berupa BPJS Ketenagakerjaan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Perayaan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) menjadi hari yang dinanti-nantikan oleh setiap warga negara, bahkan beberapa sektor dapat kado manis dari pemerintah. Seperti yang didapatkan oleh para guru ngaji dan marbot di Lombok Timur (Lotim) yang didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Usai pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan RI, Bupati Lotim menandatangani kesepakatan kerjasama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan cabang Lotim untuk memberikan jaminan sosial kepada ribuan guru ngaji dan marbot. Bupati Lotim, Haerul Warisin, mengatakan bahwa kepesertaan guru ngaji dan marbot sepenuhnya didaftarkan oleh pemerintah daerah sebagai bentuk jaminan sosial bagi para pekerja di bidang keagamaan. Nantinya pembiayaan awalnya akan ditanggung oleh pemerintah. “Rencana akan kita masukkan mereka semua marbot dan guru ngaji dan pemda akan membayarkan iuran mereka untuk beberapa bulan. Nanti sisanya mereka yang akan melanjutkan,” ungkapnya, Minggu (17/08/2025).

Haerul mengungkapkan bahwa langkah tersebut sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat untuk bisa menyiapkan masa mendatang dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, telah banyak yang merasakan manfaat kepesertaan tersebut dengan mendapatkan santunan yang jauh lebih besar ketimbang iuran per bulan yang disetorkannya. “Siapa yang mau ngasih kita uang dengan jumlah yang besar, kita bayar Rp16.800 per bulan tapi sudah bisa mendapatkan santunan sebesar Rp42 juta. Beda lagi dengan yang sudah memiliki anak yang sedang bersekolah akan dapat santunan lebih besar lagi karena diberikan beasiswanya, dan tadi ada yang dapat Rp189 juta lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lotim, M. Yohan Firmansyah, mengatakan bahwa momen kemerdekaan tersebut menjadi saksi penandatanganan kerjasama antara pihaknya dengan pemerintah daerah Lotim terkait pendaftaran para guru ngaji dan marbot sebagai peserta yang terdata di Kesejahteraan Rakyat (Kesra). “Sebanyak 2.500 lebih yang telah terdata dan sisanya akan menyusul. Kenapa mereka? karna mereka ini dianggap sebagai pekerja rentan dan memiliki upah di bawah rata-rata yang ingin diberikan perlindungan oleh kepala daerah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sebagai hadiah dari Bupati Lotim kepada guru ngaji dan marbot. Dengan begitu, Lotim menjadi daerah pertama di Indonesia yang menjamin perlindungan kepada guru ngaji dan marbot dalam BPJS Ketenagakerjaan. “Ini merupakan pertama kalinya pemberian perlindungan bagi guru ngaji dan marbot,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer