25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramSMP Negeri 15 Mataram Sudah Realisasikan Makanan Bergizi Sejak Dua Tahun Lalu...

SMP Negeri 15 Mataram Sudah Realisasikan Makanan Bergizi Sejak Dua Tahun Lalu dengan Bawa Bekal Dari Rumah

Mataram (Inside Lombok) – Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di SMP Negeri 15 Mataram sudah berjalan sejak dua tahun terakhir. Di mana, aplikasi dalam program ini yaitu salah satunya para siswa membawa makanan sendiri dari rumah yang mengandung gizi dan protein.

Kepala SMP Negeri 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani, mengatakan program GSS ini menerapkan lima pilar yaitu sehat gizi, sehat lingkungan, sehat fisik, sehat imunisasi, dan sehat jiwa. Dalam aplikasi lima sehat salah satunya terkait gizi. Peserta didik membawa makanan dari rumah yang mengandung gizi. “Kami meminta anak-anak membawa makanan dan minum dari rumah,” katanya Selasa (19/8) pagi.

Makanan yang dibawa anak-anak ke sekolah harus mengandung enam gizi misalnya karbo, protein, lemak, mineral dan lainnya. Program ini mendapatkan dukungan dari para orang tua siswa. Karena melalui program ini, anak-anak sudah mulai menyukai sayur. “Ini mendapatkan dukungan. Orang tua setuju untuk menyiapkan makanan tersebut. Ini program dari Kementerian dan kami laksanakan karena ini programnya bagus,” katanya.

Program GSS ini masih tersebut berjalan di SMP Negeri 15 Mataram. Pasalnya, SMP yang ada di pusat Kota Mataram tersebut belum tersentuh program makan siang gratis bergizi (MBG). Namun program makan bergizi yang dibawa oleh anak-anak ini disebut sudah berjalan dengan maksimal. Bahkan makanan yang dibawa diperiksa oleh pihak sekolah untuk memastikan apakah sudah memenuhi gizi atau tidak.

Ia mengatakan, selama ini jika orang tua tidak bisa menyiapkan makanan kepada anaknya maka sudah disiapkan di kantin sekolah. Karena kantin di SMP Negeri 15 Mataram merupakan kantin sehat yang sudah mendapatkan pengawasan langsung dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). “Kita ada kantin sehat dan sudah ada intervensi dari BPOM, kemudian disidak oleh BPOM tiga sampai empat kali untuk memastikan keamanan pangan dan jajan anak-anak,” ungkapnya. Jika program MBG masuk ke SMP Negeri 15 Mataram, maka anak-anak diimbau untuk tidak membawa makanan. “Program orangtua ini akan kita stop. Kita harus dukung juga program pemerintah,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer