25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramSuku Bunga BI Turun, Pengusaha NTB Berharap Perbankan Ikut Menyesuaikan

Suku Bunga BI Turun, Pengusaha NTB Berharap Perbankan Ikut Menyesuaikan

Mataram (Inside Lombok)- Suku bunga acuan atau Bank Indonesia (BI) rate mengalami penurunan sebanyak 25 basis poin pada Agustus 2025. Penurunan ini disambut baik oleh para pengusaha, tak terkecuali di NTB. Pasalnya hal tersebut sangat dibutuhkan oleh para pengusaha, terlebih kondisi ekonomi yang saat ini belum bisa dikatakan baik-baik saja.

Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTB, I Made Agus Ariana, menyambut baik dengan kabar gembira tersebut. Penurunan suku bunga acuan yang berarti bunga kredit di perbankan ikut turun. Kendati demikian, diharapkan tidak hanya bank-bank himbara saja yang melakukan penyesuaian itu, namun bank-bank swasta juga diharapkan segera melakukan penyesuaian juga. “Karena masih banyak juga yang masih tinggi suku bunganya, selain itu juga ada klaster-klasternya ternyata (pinjaman modal,red), seperti UMKM. Itu banyak juga tidak tersosialisasikan ke masyarakat,” ujarnya, Kamis (21/8).

Menurutnya, hal tersebut yang membuat pengusaha-pengusaha pemula masih takut mengambil dana atau pinjaman perbankan, karena belum tersosialisasi dengan baik. Pasalnya, peran perbankan terhadap sektor usaha cukup sangat penting. “Situasi ekonomi seperti saat ini sangat dibutuhkan peran perbankan, apalagi belum banyak diinfokan. Saya rasa hampir 90 persen (pengusaha bergantung dengan perbankan,red),” ucapnya.

Diharapkan ada sosialisasi dari Bank Indonesia terkait dengan adanya penurunan suku bunga acuan ini, agar pengusaha-pengusaha pemula ini diinfokan tentang berita gembira ini. Kendati demikian, penurunan suku bunga acuan ini harus benar-benar diikuti dengan penurunan suku bunga secara riil. “Masih tinggi (suku bunga,red), setau saya yang himbara saja ada yang masih 11 persen atau lebih, memang ada yang untuk KUR sekitar 6 persen, itu juga harus tersosialisasi dengan baik, karena memang culture kita kurang mencari informasi tentang itu,” terangnya.

Dikatakan, penurunan suku bunga ini sangat besar efeknya terhadap gerak ekonomi, termasuk di daerah. Namun diharapkan dapat lebih mudah diakses dan informasinya lebih massif. “Karena ketika pengusaha pemula mengetahui KUR dengan bunga kredit 6 persen, mereka akan termotivasi untuk menjalankan usahanya, apalagi resikonya kecil. Makanya butuh sosialisasi lagi,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer