Mataram (Inside Lombok) – Salah satu SD Negeri di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, rusak parah. Kondisi itu mempengaruhi kegiatan belajar mengajar para siswa yang ada di sekolah tersebut.
Salah satu guru SDN 11 Buwun Mas, Ruslan, mengatakan kerusakan bangunan sekolah ini sudah terjadi hampir dua tahun. Bahkan pihak sekolah sudah mengusulkan perbaikan tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut. “Kita sudah beberapa kali mengusulkan dan kita sudah kirim foto dan video baru kemarin ini awal 2025, ada rehab tetapi cuma dua local,” katanya Kamis (21/8) pagi.
Ia mengatakan, jika hujan kegiatan belajar mengajar sangat terganggu. Pasalnya ruang kelas biasanya tergenang. “Kayak kolam kalau sedang musim hujan,” katanya. Perbaikan sekolah hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah. Karena sekolah tidak bisa mengharapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk perbaikan bangunan tersebut. “Dana BOS kita sedikit, jadi tidak bisa kita anggarkan kesana,” katanya.
Dikatakan Ruslan, SDN 11 Buwun Mas ada enam local. Namun salah satu ruangannya digunakan sebagai ruang guru, kondisinya saat ini juga sudah harus diperbaiki. Jika sedang musim hujan, pihak sekolah mengumpulkan semua siswa di lokasi yang tidak bocor. Hal ini membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak maksimal. “Tidak bisa kita konsentrasi,” katanya.
Metode yang dilakukan pihak sekolah hingga membuat kelompok menjadi tiga. Dimana, kelas I dan II menjadi kelompok satu, Kelas III dan IV kelompok II dan Kelas V dan VI menjadi kelompok III. “Ada sekitar 50 siswa. Ada fase A, B dan C,” katanya. Bahkan kerusakan bangunan terutama atap ini membuat dokumen penting sekolah basah ketika musim hujan. “Sebenarnya rusak berat, sampai ruang guru, dan kalau sedang hujan, basah administrasi kita,” ungkapnya.
Kerusakan atap ini sebelumnya rusak karena angin kencang. Selain itu, kerangka atap sekolah menggunakan baja ringan dan disebut mudah karatan. “Ini kan tempatnya dekat dengan laut. Anginnya kencang, kerangka banyak yang karatan dan keropos. Jadi kita harus bongkar total,” katanya. Dari koordinasi yang dilakukan, katanya Pemda akan segera memperbaiki sekolah tersebut. Namun hingga kini belum ada realisasi. “Belum ada kejelasan saat ini. Apakah akan direhab lagi atau gimana,” ungkapnya.

