Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) belum menyatakan siap untuk bergotong royong untuk membayar hosting fee untuk penyelenggaraan MotoGp di Sirkuit Mandalika yang dijadwalkan pada, 3-5 Oktober 2025 mendatang.
Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri, mengatakan bahwa pihak penyelenggara MotoGP di Sirkuit Mandalika atau Mandalika Grand Prix Association (MGPA) belum ada koordinasi dengan Pemda terkait dengan wacana pembayaran hosting fee ini “Hosting fee itu kan hal yang wajib, Namun itu adalah tugas dari pengendali dalam hal ini. kita masih menunggu dulu koordinasinya seperti apa,” ujar Pathul, Kepada Media, Kamis (21/8) di Praya.
kendati demikian, Pemda Loteng masih menunggu arahan dari pemangku kebijakan, terlebih persoalan pembayaran hosting fee untuk MotoGP selalu jadi perbincangan sebelum penyelenggaraan event internasional tersebut. Sebelumnya, Direktur Utama MGPA, Priandi Satria, mengatakan persoalan pembayaran hosting fee MotoGP 2025 disebut tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai tuan rumah penyelenggara MotoGP 2025 siap untuk membayar dengan beberapa opsi. “Perihal hosting fee, yang harus bicara ITDC. Hosting fee tidak usah dipermasalahkan. ITDC sudah siap dengan berbagai opsi,” katanya.
Terkait mekanisme pembayaran hosting fee ini, ITDC sebelumnya pernah berkoordinasi dengan Pemprov NTB. Dimana dari diskusi yang dilakukan, ada sharing anggaran pada event kejuaraan. Untuk tahun ini sambung Andi, sapaan akrabnya, anggaran hosting dipastikan ada. Dimana, skema yang akan ditempuh yaitu dengan cara gotong royong. “Tahun ini cuman tidak usah dipermasalahkan pasti ada kok. Skema gotong royong pasti jalan,” tandasnya.

