25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahPemda Loteng Gelar Konsultasi Publik Peta Jalan Literasi Dasar 2025–2029

Pemda Loteng Gelar Konsultasi Publik Peta Jalan Literasi Dasar 2025–2029

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar Konsultasi Publik Peta Jalan Penguatan Literasi Dasar 2025–2029, Kamis (21/8), hal ini menjadi langkah penting untuk menyusun arah kebijakan literasi dasar lima tahun ke depan.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Tri Widiastuti, dalam sambutannya, mengatakan bahwa literasi bukan hanya menjadi urusan sekolah atau madrasah semata, namun literasi adalah tanggung jawab bersama. “Jadikan literasi sebagai gerakan gotong royong yang melibatkan keluarga, komunitas, dunia usaha, hingga pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Loteng, Lalu Idham Khalid, menerangkan, peta jalan literasi ini akan menjadi acuan teknis dan operasional bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Fokus utama mencakup peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan. “Kita juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya literasi,” katanya.

Selain itu, kata Idham, Pemkab juga menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi berbasis data agar implementasi peta jalan berjalan terukur dan berkelanjutan. “Forum ini penting untuk menjaring masukan, supaya dokumen yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” imbuhnya. Data terbaru menunjukkan masih adanya tantangan besar di bidang literasi. Sekitar 40 persen siswa SD dan 65 persen siswa Madrasah Ibtidaiyah di Loteng belum mencapai kompetensi minimum literasi. “Kesenjangan ini menuntut adanya langkah kolaboratif dan terencana agar upaya peningkatan literasi dapat menjangkau semua anak secara merata,” tegas Idham.

Konsultasi publik ini juga menjadi momentum membangun komitmen lintas sektor. Pemerintah berharap agar semua pihak, mulai dari sekolah, organisasi masyarakat, dunia usaha, orang tua, hingga komunitas lokal dapat terlibat aktif dalam mewujudkan generasi Loteng yang literat. “Upaya ini sejalan dengan arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Loteng serta Renstra Dinas Pendidikan 2025–2029,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer