25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahMenu MBG di Loteng Dikeluhkan Basi, Pihak Dapur Sebut Anak-anak Belum Terbiasa...

Menu MBG di Loteng Dikeluhkan Basi, Pihak Dapur Sebut Anak-anak Belum Terbiasa Makan Sehat

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 4 Darek dikeluhkan siswa, Pasalnya menu yang disajikan dikeluhkan basi, sehingga siswa tidak menyantap makanan tersebut sampai habis.

Guru Kelas di SDN 4 Darek, Baiq Ita Marya Utami, mengatakan, beberapa siswa mengeluhkan MBG di hari pertama karena ada aroma tak sedap, meski di kelas satu karena masih terbilang aman karena dibagikan saat keluar main sekitar jam 9 pagi dan anak-anak masih suka. “Kalau di kelas 3 ini karena masih belajar jadi saat keluar main kita bagikan, agak siang sekitar jam 9 lebih jadi menunya agak bau dari sayurnya yang basi mungkin karena agak siang itu di hari pertama sekolah kami terima MBG,” ujarnya, Jumat (22/8).

Marya mengungkapkan, SDN 4 Darek baru hari kedua menerima MBG, namun di hari kedua ini cukup bagus karena semua siswa makan sampai habis bahkan tidak mubazir lagi seperti hari pertama. “Kalau hari ini Alhamdulillah semua anak-anak makan semua sampai habis,” katanya. Pihaknya berharap pihak penyedia MBG lebih teliti dalam menghidangkan menu sehingga makanan yang menjadi program Presiden Prabowo ini tidak sia-sia dan bisa dinikmati oleh para siswa. “Siswa kami di sini ada 63, jadi anak-anak juga termotivasi untuk tetap masuk sekolah karena dibagikan makanan,” tandasnya.

Sementara itu, Asisten Lapangan pihak dapur, Anggi, mengatakan bahwa pihaknya bersama kepala dapur, juru masak, dan ahli gizi langsung turun ke lokasi setelah mendapat laporan menu yang basi. Pihaknya mengklaim bahwa MBG yang disajikan tidak basi hanya saja itu menu sehat. “Setelah kami cek ke lokasi dan kami cicipi menunya, ternyata nggak basi sama sekali.” katanya.

Anggi juga menyebut bahwa siswa-siswi di SDN 4 Darek belum terbiasa mengkonsumsi makanan seperti buncis, bahkan ada beberapa dari siswa yang minta menunya diganti. “Memang anak-anak itu bilang nggak enak, rasanya hambar dan itu selalu saya sampaikan ke atasan saya. Tapi setelah saya tahu dari guru-gurunya, anak-anak itu hanya belum terbiasa makan makanan sehat,” imbuhnya.

Anggi menjelaskan, pihaknya di dapur memang memasak cukup banyak dan harus menyiapkan MBG skala besar untuk 36 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA. “Jadi kami juga bilang ke gurunya mereka boleh request menu kok, jadi kami sangat kooperatif,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer