Mataram (Inside Lombok) – Perum Bulog Wilayah NTB terus berkomitmen untuk menjaga kualitas beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras yang didistribusikan kepada masyarakat dipastikan layak konsumsi melalui serangkaian perawatan dan pengawasan ketat, mulai dari penyimpanan hingga proses pengemasan. Langkah ini diambil untuk memastikan stok beras pemerintah tetap terjaga dengan baik di tengah upaya Bulog menjaga stabilitas harga pangan di NTB.
Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Sri Muniati, menjelaskan bahwa salah satu kunci utama dalam menjaga kualitas beras adalah perawatan gudang yang optimal. Setiap gudang penyimpanan, baik di level provinsi maupun kabupaten, selalu dipastikan bersih dari hama. Pihaknya secara rutin melakukan penyemprotan (spraying) dan pengawasan hama terpadu. “Selain itu, kami juga menerapkan perawatan harian di gudang. Setiap hari ini gudang dibuka dan ditutup untuk memastikan sirkulasi udara dan cahaya berjalan lancar,” ujarnya, Selasa (26/8).
Perawatan rutin ini memastikan bahwa kondisi penyimpanan beras tetap optimal, sehingga beras tidak mudah rusak atau terkontaminasi. Beras SPHP yang disalurkan kepada masyarakat adalah hasil campuran antara produksi petani lokal dan stok impor, sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. “Kedua jenis beras ini, baik lokal maupun impor, mendapatkan perlakuan pengolahan yang sama sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Proses pengawasan mutu ini semakin ketat saat beras dikemas ulang menjadi kemasan 5 kilogram. “Kami memastikan timbangannya sesuai dengan label dan kualitas berasnya bersih serta bebas dari kutu atau hama lainnya,” tuturnya. Tidak hanya fokus pada kualitas produk, Bulog NTB juga memastikan proses distribusi berjalan tepat sasaran sesuai dengan arahan pemerintah. Pengawasan yang ketat dan perawatan gudang yang optimal diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas beras SPHP.
Dengan demikian, Bulog NTB tidak hanya berperan sebagai penyalur beras, tetapi juga sebagai penjamin stabilitas harga dan ketersediaan pangan yang aman serta berkualitas di NTB. “Upaya ini merupakan bagian dari misi besar Bulog untuk mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus membuktikan bahwa produk pemerintah memiliki standar kualitas yang tinggi dan dapat diandalkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (dpi)

