26.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaMataramAMPHURI NTB Khawatir Paket Umrah Murah Merugikan Jemaah, Kemenag Diminta Tindak Tegas

AMPHURI NTB Khawatir Paket Umrah Murah Merugikan Jemaah, Kemenag Diminta Tindak Tegas

Mataram (Inside Lombok)- Belakangan ini sempat ramai terkait dengan adanya paket biaya umroh Rp25 juta dengan durasi selama 25 hari di NTB. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dari kalangan Perusahaan travel umroh dan masyarakat, pasalnya sesuai dengan ketentuan undang-undang yang ditetapkan oleh Kementerian Agama yaitu 23 juta untuk 9 hari.

Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI) Bali Nusa Tenggara (Banusra), H Zamroni, mengungkap bahwa beberapa waktu lalu perusahaan yang menawarkan biaya umroh murah dengan jangka waktu lama ini sudah dipanggil oleh Kementerian Agama (Kemenag) NTB untuk mengkonfirmasi terkait hal tersebut. Karena harga yang diberikan tidak sesuai dengan ketentuan pelayanan minimal dari Kemenag. “Beliau sudah dipanggil oleh Kemenag. Jadi ada beberapa pertanyaan. Kita coba pastikan dan dijawab bahwa (jamaah,red) itu dia tidak dilayani untuk makan secara catering. Jadi dibawakan beras dan masak di hotel,” ungkapnya, Selasa (26/8).

Diakui, hal itu adalah salah satu poin yang bisa mengurangi biayanya. Selain soal penyediaan makanan menggunakan catering, lokasi hotel cukup jauh. Para jamaah harus menggunakan shuttle bus, kemudian turun di terminal baru masuk ke masjidil haram. “Melihat dari hitungannya, bisa saja dengan dia tidak makan di catering kemudian hotelnya itu bisa saja (mengurangi biaya). Tetapi sangat beresiko, salah sedikit saja gejolak harga yang berubah,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui apakah kejadian dengan memberikan harga murah ini sama seperti travel-travel sebelumnya yang mana justru merugikan jamaah. Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1021 Tahun 2023 tentang biaya penyelenggaraan ibadah umrah referensi. Bahkan di dalam putusan tersebut sudah dijelaskan ketentuan pelayanannya hingga biayanya seperti apa. “Kita ini melindungi jamaah agar tidak terjadi hal-hal seperti (penipuan,red). Dari kasus ini sekali korban, kami dari asosiasi dan komunikasi travel juga melayangkan surat keberatan ke kemenag terkait itu juga,” katanya.

Namun, kembali lagi pada pilihan masyarakat untuk memilih travel umroh yang mana. “Jadi saya tidak berani menyampaikan yang murah ini pasti menipu. tapi bisa kita lihat banyak kejadian di depan mata kita yang terdahulu seperti ini, dengan melakukan praktik yang sama dengan memberikan harga yang murah,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer