Mataram (Inside Lombok) – Majelis Pustaka dan Informasi PW Muhammadiyah NTB menggelar festival pers dan literasi. Kegiatan ini untuk menyiarkan seluruh gerakan menulis ulang Sejarah tentang Muhammadiyah di Provinsi NTB.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Yusron Saudi, mengatakan dari kegiatan yang digelar ini ditargetkan ada buku tentang sejarah Muhammadiyah NTB yang diterbitkan. Karena saat ini, literasi sejarah salah satu ormas besar di Indonesia ini belum ada. “Targetnya terbit buku sejarah Muhammadiyah NTB yang sampai saat ini memang ada belum ada,” katanya Jum’at (30/8) pagi.
Kegiatan ini sudah berjalan selama setahun. Dimana, sejarah-sejarah tentang Muhammadiyah yang ada di NTB mulai ditemukan namun masih tercecer. “Ternyata ada beberapa peninggalan tempat-tempat bersejarah yang ada kaitannya dengan Muhammadiyah di NTB,” katanya. Ia menuturkan, tim heritage sudah turun lapangan ke beberapa titik di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Dan tim menemukan ada dokumen semacam sertifikat. Dari sertifikat tersebut dikuak bahwa pada tahun 1930 sudah ada pengurus Muhammadiyah di Labuan haji.“Selama tiga hari kegiatan ini bisa berjalan lancar. Tentu dukungan oleh amal usaha yang ada Muhammadiyah,” ungkapnya.
Yusron yang juga merupakan anggota KPID NTB ini menegaskan bahwa festival pers dan literasi Muhammadiyah ini bukan event lomba. Melainkan sebagai salah satu agenda untuk mendeklarasikan adanya Aliansi Jurnalis Muhammadiyah (AJM). “AJM ini membantu persyarikatan, menyiarkan kegiatan yang ada di Muhammadiyah,” katanya.
Adapun pelaksanaan kegiatan festival pers dan literasi Muhammadiyah ini baru pertama kali digelar di NTB. Bahkan daerah yang dikenal dengan slogan Bumi Gora atau Bumi Gogo Rancah ini menjadi pilot project pelaksanaan event tersebut. “Kebetulan ketua MPI pusat memberikan atensi penuh ke NTB. Jadi kita semacam pilot projek. Di tempat lain itu baru hanya pendampingan penulisan sejarah belum ke heritage dan belum ke AJM,” katanya menambahkan.

