Mataram (Inside Lombok) – Aksi demonstrasi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, bahkan di NTB. Untuk menjaga kondusifitas daerah, pihak sekolah diminta untuk mengawasi dengan ketat para peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, dalam surat imbuan yang dikeluarkan mengatakan pihak sekolah harus fokus pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Ia meminta agar kondisi saat ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. “Mengedepankan proses belajar mengajar yang aman, nyaman, dan kondusif untuk memastikan pembelajaran berjalan lancar dan tidak terganggu,” katanya.
Ia mengatakan, pihak sekolah diminta untuk mengantisipasi keterlibatan siswa pada saat aksi demonstrasi. “Melakukan upaya pencegahan dan pengawasan ketat agar peserta didik tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan mereka,” katanya. Pemantauan aktivitas peserta didik ini tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di luar sekolah. Oleh karena itu, pihak sekolah diminta untuk melakukan koordinasi dengan orang tua siswa. “Kepala satuan pendidikan beserta guru dan tenaga kependidikan diminta untuk memantau aktivitas siswa didik, baik di sekolah maupun di luar sekolah, dan berkoordinasi dengan orang tua,” katanya.
Untuk menjaga kondusifitas daerah, para siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh berita. Serta mencegah keterlibatan siswa dalam kegiatan yang tidak sesuai dengan statusnya sebagai pelajar. “Mengajak orang tua siswa untuk untuk selalu berkoordinasi demi keamanan dan keselamatan siswa didik dalam memastikan kehadiran siswa di sekolah maupun di rumah,” katanya.
Pada saat proses pembelajaran berlangsung, kegiatan diisi dengan doa untuk negeri dan daerah, muhasabah dengan narasi “Mataram Menolak Segala Bentuk Kekerasan” Untuk memastikan siswa kehadiran siswa, absen kedatangan dan kepulangan diperketat. Dimana, yang tidak hadir tanpa keterangan patut dicurigai dan segera koordinasi dengan pihak keluarga.

