Mataram (Inside Lombok) – Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, mempercepat kantor sementara untuk DPRD NTB. Pasalnya, ada tugas-tugas yang harus diselesaikan meski dengan kantor yang sederhana.
“Sementara prioritas kita sekarang mencarikan tempat, untuk para anggota DPR untuk melaksanakan tugasnya. Karena ada mandat yang mereka punyai, ada tugas dan kewajiban yang harus mereka jalankan,” Ujar Iqbal. Ia memprediksi, Selasa (2/9) ini DPRD NTB sudah mulai bekerja kembali. Meskipun kantor yang akan ditempati tidak secara terpusat di satu tempat. “Besok mungkin sudah mulai beraktivitas, sebagian ada di kantor gubernur, sebagian ada di tempat lain,” katanya.
Diterangkan, beberapa ruangan juga harus disiapkan untuk melaksanakan sidang paripurna hingga ruang komisi. “Kita lihat dulu, hari ini akan kita putuskan ruang sidangnya di mana, ruang komisinya di mana, karena fungsinya harus berjalan,” ucapnya. Menurutnya, sejak Senin (1/9) kemarin DPRD NTB disebut sudah menjalankan fungsinya yaitu melakukan pembahasan meski secara informal. Karena ada konsultasi antar legislatif dan eksekutif. “Dengan segala keterbatasan, teman-teman DPRD yang sangat kelihatan komitmennya untuk segera memulai menjalankan fungsi-fungsinya baik fungsi anggaran, fungsi pengawasan dan sebagainya,” katanya.
Pembakaran yang terjadi Sabtu (30/8) akhir pekan lalu, menghanguskan kantor DPRD NTB. Dengan kondisi tersebut, perbaikan kantor wakil rakyat ditegaskan Iqbal harus dipercepat. “Sebenarnya rencana rehab dulu itu tidak pernah dibatalkan. Jadi saya tidak pernah menarik rencana itu,” katanya. Rencana perbaikan sebelumnya tetap akan direalisasikan. Hanya saja perbaikan tersebut secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi anggaran. Namun melihat bangunan yang sudah hangus saat ini, maka perbaikan akan dilakukan lebih cepat. “Karena rencananya adalah bertahap dalam beberapa tahun kedepannya, artinya dengan kondisi ini harus ada percepatan,”katanya.
Menurut Iqbal, kondisi di dalam gedung DPRD NTB memang sudah banyak yang rusak sehingga harus diperbaiki. Apalagi, gedung wakil rakyat ini juga menjadi salah satu simbol daerah. “Gedung DPRD NTB salah satu simbol daerah. Mau tidak mau itu adalah simbol dari daerah kita. Jadi punya kantor DPRD yang pantas itu juga merupakan simbol kita,” tutupnya.

