Lombok Tengah (Inside Lombok)- Rencana Dinas Pendidikan Lombok Tengah (Loteng) menjadikan gedung SMPN 2 Praya Tengah sebagai Kampus II Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB mendapat tanggapan dari pihak sekolah.
Kepala SMPN 2 Praya Tengah, Muhrim, meminta kepada Pemda agar memberi kesempatan kepada pihak sekolah hingga tahun depan sebelum memutuskan penutupan sekolah. Pasalnya, tahun lalu hanya sembilan siswa baru yang mendaftar di sekolah tersebut. “Kalau memang tidak ada lagi siswa yang mendaftar, berarti masyarakat memang menginginkan seolah ditutup,” ujarnya kepada Media.
Ia menjelaskan, SMPN 2 Praya Tengah telah berdiri sejak tahun 1990/1991 dan sempat memiliki hampir 200 siswa. Namun dalam kurung waktu lima tahun belakangan jumlah peserta didik terus menurun drastis. “Kami menyayangkan kalau secepat itu Pemda mau menutup SMPN 2 Praya Tengah,” ujarnya.
Menurutnya, rencana pengalihan gedung menjadi Kampus II UNU NTB juga belum pernah disosialisasikan kepada pihak sekolah maupun masyarakat. “Waktu itu beliau (Kadisdik) hanya menunjukan fasilitas kepada Rektor UNU, tiba-tiba datang begitu saja. Sebenarnya saya ingin mendengar langsung pendapat tokoh masyarakat, apakah setuju ditutup atau diberi kesempatan hingga dua tahun ke depan,” tandasnya.

