25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramTargetkan Transaksi Rp12 Miliar dari Business Matching di Beijing, Astindo NTB Gaet...

Targetkan Transaksi Rp12 Miliar dari Business Matching di Beijing, Astindo NTB Gaet Wisatawan Tiongkok

Mataram (Inside Lombok) – Industri pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya memperluas jangkauan pasar internasional, salah satunya dengan menargetkan wisatawan Tiongkok.

Melalui kegiatan business matching bertajuk Wonderful Indonesia di Beijing, Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) NTB menarik perhatian para pelaku industri pariwisata Tiongkok dan menargetkan potensi transaksi hingga Rp12 miliar dalam satu tahun ke depan. “Antusiasme para buyer sangat tinggi, khususnya pada destinasi Lombok, terutama pantai-pantai dan akomodasi bintang lima,” ujar Ketua Astindo NTB, Sahlan M. Saleh, Jumat (12/9).

Menurutnya, respons positif ini menjadi modal berharga bagi NTB untuk terus menjalin komunikasi dan promosi berkelanjutan dengan para agen potensial di Tiongkok. Terlebih dua pulau yang di NTB juga mempunyai penawaran destinasi wisata yang tak kalah menarik dengan daerah lain.

“Kemarin kami dari NTB melakukan promosi di Beijing China dengan segmen menengah ke atas, serta venue four seasons Beijing, dihadiri oleh deputi pemasaran Kemenpar RI, Ni Made Ayu Marthini, dan Dubes Indonesia untuk China,” jelasnya.

Kemenpar RI, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa NTB telah menjadi salah satu destinasi wisata prioritas nasional sejak satu dekade terakhir. Dimana, Tiongkok dan Korea Selatan memiliki potensi besar untuk digarap karena memiliki kesamaan minat, seperti keindahan pantai. “Orang Tiongkok sangat menyukai pantai yang indah, dan NTB punya banyak keindahan itu, bukan hanya di Lombok tapi juga di Sumbawa,” ungkapnya.

Untuk memaksimalkan promosi, strategi yang tepat menjadi hal yang penting. Selain aktif hadir di acara promosi, ada juga peran digitalisasi. Promosi digitalnya harus dimainkan, dengan dibuat viral oleh influencer dan tidak harus influencer yang terkenal, tetapi bisa membuat konten video yang tepat sasaran.

Meskipun saat ini belum ada penerbangan langsung dari Tiongkok atau Korea Selatan ke Lombok. Pihaknya optimistis konektivitas akan terdorong seiring dengan meningkatnya permintaan. “Yang penting ada permintaannya, nanti supply-nya akan mengikuti. Kita akan coba memanfaatkan rute penerbangan yang ada melalui Bali atau Jakarta sebagai alternatif,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer