32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramGerakan Tanam Cabai di Mataram Hasilkan 15 Ton

Gerakan Tanam Cabai di Mataram Hasilkan 15 Ton

Mataram (Inside Lombok) – Gerakan Tanam Cabai yang digalakkan Tim Penggerak PKK Kota Mataram terus menunjukkan hasil positif meski sempat terkendala cuaca ekstrem. Program yang dimulai sejak 16 Juni 2025 tersebut bertujuan membantu pengendalian inflasi melalui peningkatan ketersediaan pangan lokal.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram, Kinastri Mohan Roliskana, mengatakan sekitar 80 ribu bibit cabai telah ditanam di awal program. Namun, banjir yang melanda Kota Mataram pada awal Juli 2025 mengakibatkan kehilangan 30 persen dari bibit yang ada. “Setelah kami menanam selama tiga bulan, tepatnya pada 15 Agustus 2025, kami berhasil memanen 500 kilogram cabai. Khusus di tingkat sekolah, dari 21 ribu pohon cabai, hasil panen mencapai sekitar 200 kilogram,” katanya.

la juga menekankan pentingnya konsistensi dalam gerakan menanam. Tidak perlu melakukan tindakan yang besar dan sulit untuk diulang, cukup mulai dengan langkah-langkah kecil yang terus dilakukan agar bisa mencapai hasil yang berarti. “Semoga program ini dapat berlanjut untuk membantu menekan inflasi melalui gerakan menanam cabai,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, program ini menggunakan tiga bahan utama untuk media tanam, yakni tanah, pupuk, dan sekam bakar. Selisih panen pertama dan kedua hanya berselang satu minggu, dengan total hasil mencapai 7,2 kilogram. Gerakan Tanam Cabai melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader PKK, pelajar, hingga kelompok masyarakat. Diharapkan upaya ini dapat terus memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan pasokan pangan yang stabil sekaligus menjaga harga tetap terjangkau di Kota Mataram.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Irwan Harimansyah, mengatakan pemanfaatan perkarangan ini harus terus dimasifkan untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Mataram. Selain itu menekan laju inflasi yang salah satunya penyumbang yaitu dari komoditas pertanian seperti cabai.

“Pastikan membiasakan masyarakat warga Kota Mataram untuk bercocok tanam khusus. Hal ini bertujuan untuk menekan lajunya inflasi. Salah satu item sebagai penyebab inflasi adalah cabai,” katanya.

Program tanam cabai di sekolah tetap dilanjutkan akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Mataram. Nantinya tidak hanya cabai, akan ada juga komoditas pertanian lainnya seperti tomat. “Kita tetap koordinasi dengan OPD salah satu dinas pendidikan untuk gerakan menanam,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer