Mataram (Inside Lombok) – Surat usulan anggaran untuk perbaikan gedung DPRD Provinsi NTB sudah diserahkan. Anggota DPR RI Dapil NTB yang saat ini duduk di komisi V sedang memperjuangkan untuk bisa mendapatkan alokasi Rp200 miliar untuk bisa membangun baru gedung wakil rakyat tersebut.
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mengatakan secara keseluruhan ratusan miliar anggaran ini untuk beberapa lokasi, tidak hanya di Provinsi NTB. Sedangkan untuk pembangunan baru, gedung DPRD NTB diprediksikan membutuhkan anggaran sebesar Rp200 miliar. “Total anggarannya Rp900 miliar untuk daerah-daerah lain juga” ujarnya.
Ratusan miliar anggaran yang dibutuhkan ini tidak hanya untuk fisik gedung, melainkan semua fasilitas yang dibutuhkan. Misalnya pergantian meleber seperti kursi, meja, dan lainnya. Selain itu, ada juga video tron yang ada di dalam ruang siang, lampung LED, dan kebutuhan lain. “Canggih-canggih semua yang ada di gedung DPRD NTB itu,” ungkapnya.
Dari Rp200 miliar yang diajukan tentunya akan ada revisi. Meski demikian, anggaran pembangunan akan dialokasikan oleh pemerintah pusat atau melalui APBN. “Anggaranya nanti akan efesiensi. Bisa kurang dan bisa lebih. Tapi kalau tidak cukup ya kita minta lagi,” katanya. Sebagai daerah yang rawan bencana, sambung Mori, pembangunan gedung DPRD NTB akan dibuat agar bisa tahan gempa berkekuatan besar, yaitu 9 magnitudo. “Fokus kita yang pertama itu kualitas bangunannya,” katanya.
Jika anggaran sudah disetujui, maka tahun 2026 mendatang pembangunan sudah bisa langsung dilakukan. Artinya, tidak menunggu proses yang lama karena untuk pembangunannya membutuhkan waktu sekitar delapan hingga sembilan bulan. “Ini lama juga dimulai. Jadi tahun depan itu bisa lebih cepat dimulai. Kasihan juga kan teman-teman ini,” tegasnya.

