Lombok Tengah (Inside Lombok) – Penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) membuat pedagang di sekolah minim pembeli, pasalnya siswa disekolah sudah difasilitasi makanan oleh pemerintah melalui Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun program tersebut menjadi malapetaka bagi sebagian pedagang warung disekitar sekolah karena warung nasi mereka sudah jarang dibeli oleh siswa karena dapat MBG. Salah satu pedagang, Kember mengatakan, ia kecewa dengan program MBG tersebut karena siswa tidak lagi belanja di warung miliknya. Padahal sebelumnya para siswa selalu menumpuk di warung pojok. “Sejak ada MBG ini ada di sekolah, para siswa sudah tidak belanja nasi lagi, apalagi gorengan, mereka sudah kenyang,” kata Kember.
Menurut Kember, ia berdagang sudah sejak lama di dekat sekolah, aktivitas memasak dari subuh untuk menyiapkan masakan untuk sarapan para siswa di sekolah itu sudah tidak dilakukan karena tak akan dibeli lagi oleh siswa. “Mulanya, setiap pagi sudah siap beberapa bungkus untuk dibeli siswa, lumayan harga Rp5 ribu, banyak siswa yang belanja, tapi sekarang setelah ada MBG mereka ndk beli lagi,” katanya.
Kember menyampaikan kekesalannya terhadap MBG yang kadang tidak habis dimakan oleh para siswa, karena rasanya belum menyesuaikan rasa dari menu yang disajikan. “Jadi ada saja yang masih beli nasi di warung saya tapi tidak sebanyak sebelum MBG ini, dulu dapat Rp400 ribu sekarang jadi Rp100 ribu,” imbuhnya.

