Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sudah menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dana tersebut salah satunya diperuntukkan untuk koperasi merah putih.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disprinkop) Kota Mataram, Ramdhani, mengatakan dengan dana perbankkan terutama himbara, koperasi diminta untuk mengajukan proposal. Bahkan untuk mempercepat koperasi beroperasi, saat ini sedang ada pendampingan penyusunan proposal oleh Kementerian.
“Ini yang ditunggu-tunggu, pihak Himbara merasa ketika kita mempertanyakan dana itu selalu disampaikan belum ada arahan. Sekarang sudah ada dana itu prosesnya aktivasi akses oleh koperasi merah putih melalui pengajuan proposal,” katanya, Rabu (16/9) pagi.
Ia mengatakan, dari proposal yang sudah dibuat harus ada persetujuan dari TPAD dan juga pimpinan daerah. Hal ini dilakukan jika ada persoalan pengembalian, maka Pemda akan bertanggung jawab. “Mereka membuat semacam proposal kemudian proposal di musyawarah kan kemudian harus melalui dinas teknis dalam hal dinas koperasi dan minta persetujuan diketahui oleh TAPD dan diketahui pak wali,” katanya.
Disebutkan, koperasi bisa mengakses Rp3 miliar untuk modal koperasi. Jadi dengan alokasi tersebut, maka dana yang bisa akses itu sebesar Rp150 miliar untuk 50 koperasi di Kota Mataram. “Rp200 T itu masuk ke kota Mataram. Itu nanti akan kembali ke skema desa dan kelurahan. KMP masing-masing mengakses Rp3 M dan tinggal dikali 50 koperasi. katakanlah Rp150 miliar untuk Kota Mataram saja,” katanya.
Dari Rp3 miliar tersebut, nantinya bisa digunakan untuk biaya operasional termasuk sewa gedung menjadi kantor. Ditargetkan pada bulan Oktober mendatang, koperasi-koperasi tersebut bisa beroperasi. “Kantornya dari dana Rp3 M itu item ya untuk operasional sewa kantor sarana prasarana,” katanya.
Pembentukan koperasi merah putih ini merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah pusat menargetkan, semua koperasi bisa beroperasi setelah setahun menjabat. “Ini Program prioritas dan 1 tahun Pak Prabowo itu sudah banyak koperasi. Akan disampaikan sebagai capaian Pak Prabowo,” katanya.

