24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratMusim Kemarau Basah, Lahan Pertanian Padi di Lobar Masih Aman dan Alami...

Musim Kemarau Basah, Lahan Pertanian Padi di Lobar Masih Aman dan Alami Penigkatan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kondisi pertanian di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tidak berdampak signifikan dengan musim kemarau tahun ini. Belum ada lahan pertanian di Lobar yang mengalami kekeringan. “Jadi kita masih aman dan sekarang ini masih kemarau basah. Jadinya tidak masalah dan tidak terjadi kekeringan,” kata Kepala Dinas Pertanian Lobar, Damayanti Widyaningrum.

Ia mengatakan berbagai program sudah direalisasikan di berbagai daerah yang rawan kekeringan di Lobar. Program sudah dijalankan, seperti pemberian bantuan pompa kepada kelompok tani. “Kita sudah pompa, irigasi perpompaan, sumur dangkal, dan lain-lainnya,” katanya, Senin (22/9) pagi.

Damayanti menjelaskan, program-program ini sudah direalisasikan sejak tahun 2024 lalu. Sehingga tahun ini lahan pertanian di Lobar tidak ada yang mengalami kekeringan. “Jadi sekarang sudah bisa beroperasi. Kita juga punya program optimalisasi lahan dengan pemberian bantuan jaringan irigasi,” katanya.

Target produksi tahun ini yaitu sebesar 170 ribu ton. Hingga triwulan ketiga, jumlah produksi yang sudah terealisasi yaitu mencapai 80 persen dari target tersebut. “Tinggal sedikit lagi tercapai,” katanya. Dari target yang sudah ditentukan, produksi padi di Lobar disebut selalu melebih 20 ribu hingga 25 ribu ton. “Kita selalu surplus dan kita tidak perlu khawatir. Dari tahun ke tahun selalu surplus,” katanya.

Tercapainya target tersebut karena Pemda Lobar juga memperluas area tanam. Bahkan Pemda Lobar memulai tanam untuk padi gogo di bawah pohon kelapa. Program ini dimulai bulan September ini hingga Oktober mendatang.

“Jadi sudah mulai musim hujan dan tidak ada masalah. Ini bisa meningkat, dilihat dari angka tanam kita. Kita juga ada program penambahan area tanam melalui optimalisasi lahan dan melalui padi gogo di bawah tegakan komoditi perkebunan,” katanya.

Program tanam padi gogo ini dilakukan dengan area seluas 362 hektare. Ratusan lahan ini tersebar di Kecamatan Sekotong. Sedangkan untuk program optimalisasi lahan yaitu seluas 300 hektare. “Kalau optimalisasi lahan ini di Banyu Urip Kecamatan Kuripan dan Pelanggan,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer